Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah diminta tidak dinilai dari seberapa banyak jumlahnya, melainkan dari seberapa hidup dan sehat koperasi itu berjalan. Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh menekankan bahwa ukuran keberhasilan seharusnya terlihat dari aktivitas nyata di lapangan, bukan dari deretan nama yang hanya tercatat secara administratif.
Pandangan itu menyoroti satu persoalan yang kerap muncul dalam program kelembagaan, yakni koperasi yang tampak ada di data tetapi tidak benar-benar memberi dampak bagi warga. Bagi Saleh, kondisi seperti itu justru membuat pencapaian program kehilangan makna karena yang dibutuhkan masyarakat adalah koperasi yang bekerja, bukan sekadar berdiri.
Kualitas lebih penting daripada angka
Saleh meminta pemerintah daerah menggeser perhatian dari target kuantitas ke mutu kelembagaan. Ia menilai penguatan Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah harus diarahkan agar setiap koperasi mampu beroperasi dengan baik dan memberi manfaat langsung.
Menurut dia, koperasi yang kuat akan jauh lebih berguna dibanding koperasi yang banyak tetapi lemah dalam pelaksanaan. Karena itu, capaian program tidak cukup diukur dari pembentukan unit baru, melainkan juga dari kesehatan organisasi, keberlanjutan, dan peran koperasi di tengah masyarakat.
Jangan berhenti di formalitas
Ia mengingatkan bahwa koperasi yang hanya ada sebagai formalitas tidak akan menghasilkan dampak sosial maupun ekonomi yang diharapkan. Jika orientasi program terlalu menekankan angka, risiko yang muncul adalah banyak koperasi berdiri tanpa kontribusi nyata.
Saleh mendorong agar setiap koperasi yang dibentuk benar-benar memiliki kemampuan operasional. Dengan begitu, kelembagaan yang lahir tidak berhenti sebagai nama di atas kertas, tetapi menjadi wadah yang aktif untuk warga.
Aktif di lapangan menjadi ukuran utama
Dalam pandangannya, ukuran keberhasilan program perlu menyentuh kondisi riil koperasi di lapangan. Aktivitas nyata, keberlanjutan organisasi, dan manfaat yang dirasakan anggota maupun masyarakat harus masuk dalam penilaian.
Ia menilai pendekatan seperti itu penting agar penguatan koperasi di Jawa Tengah tidak terjebak pada seremoni pembentukan. Program yang baik, kata dia, harus melahirkan koperasi yang hidup, sehat, dan mampu menjalankan fungsi dasarnya secara konkret.
Arah penguatan Koperasi Merah Putih
Saleh tetap melihat dorongan memperbanyak koperasi sebagai hal yang penting. Namun, dorongan itu tidak boleh berjalan sendiri tanpa memperhatikan mutu dan kemampuan kelembagaan.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah membaca capaian program secara lebih cermat. Penguatan Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah akan lebih bermakna bila yang bertambah bukan hanya jumlah, tetapi juga kualitas koperasi yang benar-benar beroperasi dan memberi nilai bagi masyarakat luas.
Source: jateng.antaranews.com