Jember Tak Lagi Dipandang Pinggiran, Langsung Dilirik Lewat Jalur Sister City dengan Jinhua

Author: Redaksi Android62

Jember kini tidak lagi dibicarakan hanya sebagai daerah penyangga di Jawa Timur. Kabupaten ini mulai masuk ke percakapan kerja sama internasional setelah membuka jalan kemitraan dengan Kota Jinhua melalui skema sister city.

Sorotan itu muncul karena Jember membawa konsep kerja sama yang diarahkan langsung pada manfaat bagi warga. Pemkab Jember menempatkan hubungan tersebut bukan sebagai seremoni diplomatik, melainkan sebagai pintu untuk memperluas jejaring dan peluang konkret.

Potensi lokal jadi modal utama

Dalam pertemuan dengan delegasi Jinhua, Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait memaparkan kekuatan Jember selama sekitar 18 menit. Ia menempatkan pertanian, perkebunan, pendidikan, dan industri kreatif sebagai fondasi yang bisa dikembangkan dalam hubungan dengan kota di Tiongkok itu.

Jember memang punya modal ekonomi yang cukup kuat di sektor pangan. Daerah ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur dengan komoditas unggulan seperti jagung, kopi robusta, edamame, okra, tembakau, dan cerutu yang sudah masuk pasar ekspor.

Di luar sektor produksi, Jember juga bertumpu pada ekosistem pendidikan yang terus tumbuh. Kehadiran perguruan tinggi, sekolah, dan pondok pesantren membuat daerah ini punya basis sumber daya manusia yang dapat mendukung kerja sama jangka panjang.

Kerja sama yang tidak berhenti di perdagangan

Gus Fawait menegaskan sister city dengan Jinhua tidak cukup dibatasi pada perdagangan dan investasi. Ia membuka kemungkinan kolaborasi yang lebih luas, mulai dari pendidikan, kesehatan, perdagangan, investasi, pengembangan usaha mikro kecil menengah, hingga pertukaran pengetahuan.

Bentuk hubungan seperti Sister University, Sister School, dan Sister Hospital juga disebut sebagai opsi yang layak dibangun. Skema itu dinilai bisa mempererat hubungan masyarakat kedua kota sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Bagi Pemkab Jember, kerja sama ini menjadi cara memperluas hubungan internasional dengan pijakan yang lebih nyata. Manfaatnya ditujukan tidak hanya untuk pemerintah daerah, tetapi juga untuk warga yang diharapkan merasakan dampaknya langsung.

Delegasi Jinhua dan posisi baru Jember

Kesepakatan itu diumumkan di Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, dalam suasana yang langsung diposisikan sebagai langkah penting bagi daerah. Pertemuan tersebut melibatkan Ye Su, Konsul Jenderal Republik Rakyat Cina di Surabaya, serta Yang Jian Ming, Wakil Ketua Komite Konferensi Konsultatif Politik Kota Jinhua.

Gus Fawait menyebut momen itu sebagai peristiwa bersejarah bagi Jember. Ia menekankan bahwa hubungan yang dibangun harus saling menguntungkan dan memberi dampak nyata bagi daerah.

Ungkapan itu sekaligus menandai perubahan cara Jember memandang dirinya di hadapan mitra luar negeri. Daerah ini ingin tampil sebagai mitra yang setara, bukan sekadar penerima perhatian dari pusat-pusat ekonomi yang lebih besar.

Diperhatikan kalangan akademik

Langkah Jember juga menarik perhatian kalangan kampus. Guru Besar Hubungan Internasional FISIP Universitas Jember, Agus Trihartono, menilai pemerintah daerah kini punya peran yang semakin besar dalam kerja sama lintas negara.

Agus melihat hubungan Indonesia dan Tiongkok berpotensi menjadi salah satu hubungan paling penting di Asia pada abad ke-21. Menurut dia, kerja sama seperti ini juga merupakan investasi kepercayaan yang hasilnya baru terasa dalam jangka panjang.

Dari Universitas Brawijaya Malang, Irfan Kharisma Putra memberi pandangan bahwa kehadiran delegasi Cina menunjukkan Jember mulai diperhitungkan. Ia menilai Jember tidak lagi pantas dipersepsi sebagai daerah pinggiran yang hanya dikenal sebagai kota tembakau atau kota pendidikan.

Citra daerah ikut bergerak

Irfan menilai Jember sekarang dapat dibaca sebagai kawasan dengan peluang ekonomi, pertanian modern, industri kreatif, pariwisata, dan sumber daya manusia yang kompetitif. Ia juga menilai Gus Fawait mampu menyampaikan potensi itu dengan percaya diri saat menyambut delegasi asing.

Menurut Irfan, gestur dan bahasa tubuh Bupati Jember memperlihatkan posisi daerah sebagai mitra yang setara. Sikap seperti itu dinilai penting karena hubungan internasional yang sehat bertumpu pada saling menghormati, saling menguntungkan, dan saling percaya.

Ia juga menambahkan bahwa investor maupun mitra internasional biasanya memperhatikan kepemimpinan dan keberanian mengambil keputusan. Dalam pandangannya, hal itu terlihat dari cara Jember memperkenalkan diri sebagai daerah yang punya nilai dan siap tumbuh bersama.

Source: nasional.tempo.co
Berita Terbaru