Korea Selatan memberi kejutan besar di Piala Uber 2026 setelah menundukkan juara bertahan China dengan skor 3-1. Hasil itu bukan hanya membuka jalan bagi gelar kedua mereka dalam tiga tahun terakhir, tetapi juga membuat peta persaingan beregu putri kembali memanas.
Di sisi lain, China tetap menunjukkan dominasinya di sektor putra setelah merebut Piala Thomas 2026. Kemenangan 3-1 atas Prancis membuat mereka semakin dekat dengan Indonesia dalam daftar juara sepanjang sejarah turnamen tersebut.
Di final Uber Cup, Korea Selatan tampil efisien saat menghadapi China. An Se-young, Kim Ga-eun, serta pasangan Baek Ha-na dan Kim Hye-jeong menjadi bagian penting dalam kemenangan yang mengakhiri langkah sang juara bertahan.
Hasil itu mengantar Korea Selatan ke gelar kedua mereka dalam tiga tahun terakhir. Catatan tersebut juga membuat mereka sejajar dengan Indonesia dalam jumlah trofi Uber Cup.
Indonesia sendiri pernah menjuarai Uber Cup pada 1975, 1994, dan 1996. Dengan pencapaian itu, persaingan di sektor putri kini kembali menyoroti tiga negara yang sama-sama punya sejarah kuat di turnamen beregu paling bergengsi.
China kian dekat ke Indonesia di Thomas Cup
Final Thomas Cup 2026 berlangsung ketat sejak awal. China sempat memegang kendali lewat Shi Yu Qi, yang menang rubber game atas Christo Popov dengan skor 21-16, 16-21, 21-17.
Prancis kemudian membalas melalui Alex Lanier. Ia tampil solid saat menaklukkan Li Shi Feng 21-13, 21-10 dan membuat kedudukan kembali imbang 1-1.
Momentum kembali ke tangan China setelah Weng Hong Yang menang dramatis atas Toma Junior Popov. Duel itu berakhir 22-20, 20-22, 21-19 sebelum gelar dipastikan oleh pasangan ganda putra He Ji Ting dan Ren Xiang Yu.
Tambahan trofi tersebut membuat China kini mengoleksi 12 gelar Thomas Cup. Mereka hanya berjarak dua gelar dari Indonesia yang masih berada di posisi teratas dengan 14 gelar.
Peta juara masih dikuasai Asia
Daftar juara Thomas Cup menunjukkan dominasi besar negara-negara Asia. Selain Indonesia dan China di dua posisi teratas, Malaysia tercatat memiliki 5 gelar.
Jepang, Denmark, dan India masing-masing pernah sekali menjadi juara. Komposisi itu memperlihatkan betapa ketat sekaligus terbatasnya daftar pemenang di turnamen beregu putra ini.
Di Uber Cup, China masih memimpin klasemen sejarah dengan 16 gelar. Jepang berada di posisi berikutnya dengan 6 gelar, sedangkan Amerika Serikat, Indonesia, dan Korea Selatan sama-sama memiliki 3 gelar.
Keberhasilan China di Thomas Cup dan kebangkitan Korea Selatan di Uber Cup menegaskan bahwa dua ajang beregu itu tetap menjadi panggung penting bagi kekuatan bulu tangkis Asia. Persaingan di keduanya masih jauh dari kata selesai.
Source: www.viva.co.id






