Tiga medali dibawa pulang atlet binaan Denma Korpasgat dari Kejurprov Jateng Open Surakarta Kickboxing Tournament 2026 yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah. Hasil itu menempatkan mereka sebagai salah satu rombongan yang paling mencuri perhatian dalam ajang bela diri tersebut.
Raihan tersebut datang dari nomor kickboxing, boxing exhibition, dan MMA exhibition yang digelar pada Minggu (24/05/2026). Di tengah persaingan yang ketat, para atlet Korpasgat mampu menunjukkan kemampuan bertanding yang stabil dan daya saing yang kuat.
Medali dari tiga nomor berbeda
Emas dipersembahkan Pratu Fransiskus Karubun pada kelas 51 kilogram. Pencapaian itu menjadi sorotan karena diraih di kelas yang diisi lawan-lawan tangguh dan menuntut ketepatan teknik serta pengendalian diri yang baik.
Prada Krisna menyumbang medali perak di kelas 60 kilogram. Sementara itu, Pratu Reynaldi menambah satu medali perunggu sehingga total koleksi Korpasgat dari ajang ini mencapai tiga medali.
Perolehan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan berjalan konsisten. Atlet yang turun bertanding juga mampu menjaga ritme latihan hingga tampil stabil saat pertandingan berlangsung.
Bukti mental bertanding para prajurit
Hasil di Solo tidak hanya berbicara soal podium. Capaian itu juga memperlihatkan bahwa prajurit Korpasgat dapat tetap profesional dalam tugas operasi sekaligus bersaing di cabang bela diri.
Kickboxing dan MMA menuntut perpaduan antara kekuatan, teknik, dan ketenangan mental. Karena itu, prestasi yang diraih para atlet binaan Denma Korpasgat ikut mencerminkan mental juara yang dibangun melalui latihan disiplin dan kerja keras.
Pembinaan olahraga prestasi di lingkungan Korpasgat terus diarahkan untuk melahirkan prajurit tangguh di arena pertandingan. Semangat juang tinggi menjadi salah satu fondasi yang ditekankan dalam proses tersebut.
Apresiasi dari pimpinan Korpasgat
Komandan Denma Korpasgat Kolonel Pas M. Junaidi, S.H., M.M. menilai capaian itu sebagai kebanggaan bagi keluarga besar Korpasgat. Ia juga menegaskan bahwa prajurit Korpasgat tidak hanya profesional saat menjalankan tugas operasi, tetapi juga mampu menorehkan prestasi di bidang olahraga bela diri.
Tiga medali dari satu ajang menjadi gambaran bahwa pembinaan yang dijalankan bukan hanya untuk menjaga kebugaran. Program tersebut juga diarahkan agar para atlet memiliki daya saing di level kompetisi.
Ajang pembinaan bagi atlet bela diri TNI AU
Kejurprov Jateng Open Surakarta 2026 turut berfungsi sebagai sarana pembinaan dan pengembangan kemampuan atlet bela diri di lingkungan TNI AU, khususnya Korpasgat. Melalui kejuaraan seperti ini, para atlet mendapat ruang untuk mengasah kemampuan sekaligus menguji kesiapan mental bertanding.
Dari Solo, Korpasgat pulang dengan medali sekaligus dorongan untuk terus berkembang. Target berikutnya akan menuntut peningkatan kemampuan agar prestasi yang lebih tinggi bisa diraih pada ajang selanjutnya.
