Indeks KOSPI terkoreksi sekitar 20 persen sepanjang bulan ini setelah kapitalisasi pasar saham Korea Selatan sempat berlipat ganda dalam enam bulan. Perubahan tajam tersebut memperlihatkan besarnya risiko ketika arus spekulasi berbasis AI bertemu dengan penggunaan leverage yang tinggi.
Tekanan pasar tidak hanya datang dari perubahan prospek industri semikonduktor, melainkan juga dari produk investasi yang memberi eksposur berlipat pada satu saham. ETF leverage saham tunggal kini menjadi salah satu penggerak penting bagi saham-saham teknologi utama Korea Selatan.
Data yang Menunjukkan Besarnya Eksposur
| Indikator | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Pinjaman margin investor ritel | 34,37 triliun won | Tercatat pada pekan ini |
| Rekor pinjaman margin | 38,6 triliun won | Terjadi pada Juni |
| Aset ETF leverage SK Hynix di Hong Kong | 7,78 miliar dollar AS | Naik lebih dari 20 kali lipat sejak awal tahun |
| Batas kas minimum baru | 30 juta won | Berlaku mulai 5 Agustus |
Saldo pinjaman margin memang telah turun dari rekor pada Juni, tetapi nilainya masih mencerminkan besarnya dana pinjaman yang dipakai investor ritel untuk membeli saham. Kondisi ini membuat pasar lebih peka terhadap koreksi karena penurunan harga dapat memperbesar tekanan pada posisi yang menggunakan utang.
Produk berleverage menawarkan potensi imbal hasil lebih besar ketika harga saham naik sesuai arah prediksi. Namun, kerugian juga dapat meningkat lebih cepat saat harga saham bergerak berlawanan.
Saham Semikonduktor Menjadi Pusat Arus Dana
Samsung Electronics dan SK Hynix menjadi sasaran utama investasi yang berkaitan dengan lonjakan permintaan teknologi AI. Kedua produsen semikonduktor tersebut kini menyumbang lebih dari separuh kapitalisasi pasar KOSPI.
ETF berleverage dua kali berbasis SK Hynix yang tercatat di Bursa Hong Kong menjadi contoh paling besar dari derasnya dana spekulatif. Dengan aset kelolaan 7,78 miliar dollar AS, produk itu disebut sebagai ETF leverage saham tunggal terbesar di dunia.
Florian Neto, Kepala Investasi Asia Amundi, mengatakan volume transaksi sejumlah ETF leverage saham tunggal telah mencapai empat kali rata-rata volume perdagangan saham acuannya. Ia menilai pertumbuhan dana kelolaan itu mulai memperlihatkan batas penggunaan leverage pada satu saham.
Dominasi dana yang memburu Samsung Electronics dan SK Hynix membuat pergerakan indeks semakin sulit dipisahkan dari sentimen pada industri AI. Kenaikan atau penurunan tajam pada dua saham tersebut dapat memberi dampak besar terhadap keseluruhan pasar Korea Selatan.
Hubungan dengan Indikator Lama Melemah
Alexander Redman, Kepala Strategi Ekuitas CLSA, menilai pola pasar Korea telah mengalami perubahan mendasar. “Indeks kini telah terlepas dari seluruh faktor pendorong historis pasar Korea,” ujarnya.
Menurut Redman, pasar Korea sebelumnya memiliki hubungan yang relatif kuat dengan sejumlah indikator ekonomi. Arus dana ke ETF leverage saham tunggal kini dinilai lebih dominan dibandingkan fundamental perusahaan dalam memengaruhi pergerakan harga.
Lebih dari separuh kejadian penghentian perdagangan sementara dalam sejarah KOSPI juga disebut terjadi hanya dalam enam bulan terakhir. Mekanisme tersebut menghentikan perdagangan ketika indeks turun lebih dari 8 persen selama setidaknya satu menit.
Redman menggambarkan perubahan tingkat risiko yang dihadapi investor institusi. “Kalau dulu pasar Korea turun 7 persen dalam sehari, saya mungkin tidak akan sedang berbicara dengan Anda. Sekarang itu menjadi hal yang normal,” katanya.
Regulator Memperketat Akses
Pemerintah Korea Selatan memutuskan menghentikan sementara peluncuran ETF Leverage Saham Tunggal baru untuk meredam spekulasi. Kebijakan itu mencakup upaya membatasi risiko dari produk yang memberi eksposur berlipat terhadap pergerakan satu saham.
Mulai 5 Agustus, saldo kas minimum untuk memperdagangkan produk tersebut, termasuk yang tercatat di luar negeri, dinaikkan tiga kali lipat menjadi 30 juta won atau sekitar 20.300 dollar AS. Langkah ini diambil ketika aktivitas perdagangan berleverage terus menarik perhatian regulator.
Mike Sell, Kepala Global Emerging Market Equities Alquity, menilai pembatasan tersebut dapat membawa perhatian investor kembali kepada fundamental perusahaan. Menurutnya, kembalinya rasionalitas akan menjadi perkembangan positif bagi investor jangka panjang.
Di sisi lain, prospek bisnis semikonduktor belum hilang karena permintaan teknologi AI tetap membuka peluang pendanaan besar. SK Hynix pekan lalu menghimpun 26,5 miliar dollar AS di pasar modal Amerika Serikat, sementara survei Bank of America menunjukkan potensi gelembung AI masih menjadi salah satu risiko utama yang diperhatikan investor global.
