Kota Batu diperkirakan menjadi wilayah terdingin di Jawa Timur pada Kamis, 18 Juni 2026, dengan suhu udara hanya berada di kisaran 14 hingga 23 derajat Celsius. Kondisi itu muncul bersamaan dengan kabut atau asap yang membuat udara pagi terasa jauh lebih sejuk dari daerah lain di provinsi tersebut.
Perbedaan cuaca antarwilayah cukup mencolok. Di saat sebagian kawasan Jawa Timur diproyeksikan cerah dan hangat, Kota Batu justru menonjol karena suhu minimumnya menjadi yang paling rendah dalam prakiraan hari itu.
Kabut dan udara kabur masih mendominasi sejumlah wilayah
Selain Kota Batu, kondisi kabut atau udara kabur juga diperkirakan terjadi di Pacitan, Lumajang, Trenggalek, Tulungagung, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Mojokerto, dan Nganjuk. Situasi ini menunjukkan bahwa udara pagi di beberapa daerah masih dipengaruhi kelembapan tinggi dan jarak pandang yang berpotensi berkurang.
Di wilayah Malang Raya, Kota Malang diprediksi berudara kabur dengan suhu 19 hingga 28 derajat Celsius. Sementara itu, Malang berada pada kondisi cerah dengan rentang suhu 19 hingga 29 derajat Celsius, sehingga perbedaan cuaca di kawasan yang berdekatan tetap terasa jelas.
Banyak daerah lain tetap cerah dan lebih hangat
Sebagian besar wilayah Jawa Timur diprakirakan cerah pada hari yang sama. Daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Jombang, Kediri, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep masuk dalam kategori tersebut.
Cuaca cerah ini membuat suhu siang hari cenderung lebih hangat. Surabaya diperkirakan berada pada kisaran 24 hingga 32 derajat Celsius, sedangkan Ngawi dan Sidoarjo sama-sama berpotensi menyentuh 32 derajat Celsius.
Rentang suhu dan kelembapan menunjukkan variasi tajam
Suhu maksimum tertinggi yang tercatat dalam prakiraan itu adalah 32 derajat Celsius, termasuk di Situbondo, Sidoarjo, Ngawi, Kota Pasuruan, Kota Surabaya, dan Kota Mojokerto. Di sisi lain, beberapa daerah seperti Gresik, Pamekasan, dan Magetan tetap cerah meski rentang suhunya sedikit lebih rendah.
Kelembapan udara juga menunjukkan sebaran yang lebar di seluruh provinsi. Situbondo menjadi salah satu wilayah dengan kelembapan terendah hingga 44 persen, sedangkan Kota Batu diperkirakan mencapai 99 persen, selaras dengan munculnya kabut atau asap di wilayah pegunungan itu.
BMKG minta warga menyesuaikan aktivitas harian
BMKG mengimbau masyarakat memantau pembaruan cuaca secara berkala, terutama bagi yang akan beraktivitas di luar ruangan. Perlindungan dari paparan matahari tetap diperlukan di wilayah cerah, termasuk penggunaan tabir surya dan menjaga tubuh agar tidak dehidrasi.
Warga yang melintas di jalur pegunungan atau kawasan berkabut juga diminta lebih waspada karena jarak pandang bisa terdampak kondisi udara kabur. Dengan kondisi Jawa Timur yang tidak seragam pada 18 Juni 2026, penyesuaian aktivitas menjadi langkah penting agar perjalanan dan kegiatan harian tetap aman.
Source: www.detik.com






