Krisis air bersih di Kabupaten Bogor telah berdampak pada 42.691 warga dari 12.735 kepala keluarga. Kekeringan tercatat terjadi di 29 desa yang tersebar di 13 dari total 40 kecamatan.
Hujan deras yang turun di Cibinong pada Sabtu, 18 Juli 2026, memberi kelegaan setelah beberapa hari cuaca kering. Namun, kebutuhan air bersih masih menjadi perhatian karena dampak kekeringan telah menjangkau banyak wilayah.
Pasokan Air untuk Wilayah Terdampak
BPBD Kabupaten Bogor telah menjalankan distribusi air bersih sejak 10 Juni untuk warga yang kesulitan memperoleh air. Hingga sehari sebelum keterangan itu disampaikan, penyaluran telah menjangkau 74 titik terdampak.
Setiap pengiriman membawa rata-rata 5.000 hingga 8.000 liter air bersih. Total volume yang telah didistribusikan mencapai 350 ribu liter.
| Indikator | Data |
|---|---|
| Kecamatan terdampak | 13 dari 40 kecamatan |
| Desa terdampak | 29 desa |
| Warga terdampak | 42.691 jiwa |
| Kepala keluarga terdampak | 12.735 KK |
| Titik distribusi air | 74 titik |
| Total air tersalurkan | 350 ribu liter |
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, mengatakan krisis air bersih telah terjadi sejak awal Juni. Data yang dihimpun sejak 10 Juni menunjukkan sebaran dampak berada di sejumlah wilayah kabupaten.
Menurut Adam, Rancabungur menjadi kecamatan dengan jumlah desa terdampak paling banyak. Sebanyak enam desa di kecamatan tersebut mengalami kekeringan.
“Taksiran dampak kekeringan atau krisis air bersih terjadi di 13 kecamatan, dari total 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor,” kata Adam pada Kamis, 16 Juli 2026. Ia menyebut jumlah warga terdampak mencapai 42.691 jiwa dari 12.735 KK.
Hujan Deras di Cibinong
Di tengah kebutuhan distribusi air, hujan deras Cibinong mulai turun sekitar pukul 20.00 WIB pada Sabtu malam. Intensitas hujan awalnya rendah, lalu meningkat menjadi deras dalam waktu kurang dari 10 menit.
Hujan berlangsung sekitar satu setengah jam hingga pukul 21.30 WIB. Cuaca malam di kawasan itu terasa lebih sejuk setelah beberapa hari panas dan kering.
Seorang warga Cibinong, Radit (34), menyambut hujan tersebut dengan lega. Ia berharap curah hujan dapat membantu daerah yang mulai mengalami kekeringan.
“Alhamdulillah ini hujan lagi, biasanya kan panas banget. Jadi ini ada sejuknya sedikit,” ujar Radit.
Ia juga menaruh harapan agar hujan bisa membantu wilayah yang kesulitan air akibat kemarau. “Beberapa daerah juga kan mulai kekeringan gara-gara kemarau, jadi semoga hujan ini bisa ngebantu deh,” katanya.
Turunnya hujan di Cibinong menjadi kabar baik bagi warga setempat, tetapi tidak menghapus kebutuhan penanganan di desa-desa terdampak. Distribusi air bersih tetap diperlukan bagi warga di wilayah yang sumber airnya belum pulih.
