KTM telah menemukan penyebab gangguan mesin yang dapat membuat motor berhenti mendadak di lintasan MotoGP. Namun, pabrikan Austria itu belum bisa langsung mengganti bagian bermasalah karena mesin terikat aturan homologasi dan segel teknis.
Sumber masalah mengarah pada komponen bertekanan tinggi dari pemasok yang tidak memenuhi standar kualitas KTM. Komponen tersebut tergolong kritis karena dapat gagal bekerja dalam kondisi tertentu dan membuat motor kehilangan kecepatan secara tiba-tiba.
Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, menyatakan penyelidikan internal telah mempersempit sumber kerusakan pada bagian tersebut. Ia menegaskan risiko gangguan yang sama dapat disingkirkan apabila mesin menggunakan komponen dengan spesifikasi yang benar.
“Kami akhirnya menemukan bahwa kami menggunakan komponen bertekanan tinggi di mesin yang tidak memenuhi standar kualitas yang ditentukan,” kata Beirer kepada Sky Italia, seperti dikutip oto.detik.com. Temuan ini memberi penjelasan atas gangguan yang sebelumnya berpotensi mengubah jalannya balapan hanya dalam beberapa detik.
Penggantian Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan
Desain mesin MotoGP telah dibekukan sejak awal musim lalu, sehingga KTM tidak dapat membongkar mesin tersegel secara bebas. Pabrikan harus memperoleh persetujuan sebelum membuka unit mesin untuk melakukan penggantian komponen.
KTM telah mengajukan permohonan khusus kepada asosiasi pabrikan MSMA agar dapat membuka mesin yang terdampak selama jeda musim panas. Bagian bermasalah direncanakan diganti dengan komponen yang memiliki spesifikasi identik, tetapi kualitas sesuai standar.
| Aspek | Kondisi | Langkah KTM |
|---|---|---|
| Komponen kritis | Bagian bertekanan tinggi tidak memenuhi standar kualitas | Diganti dengan komponen berspesifikasi identik |
| Mesin tersegel | Tunduk pada aturan homologasi MotoGP | Mengajukan izin pembukaan mesin |
| Persetujuan pabrikan | Belum seluruhnya diperoleh | Menunggu dukungan Ducati, Honda, dan Yamaha |
Menurut Beirer, KTM menyertakan dokumentasi terperinci dalam permohonan tersebut. Ia menyebut tim telah menerima tanggapan positif saat GP Sachsenring, meski beberapa jawaban masih dinantikan.
Aprilia telah menyatakan dukungan atas langkah KTM untuk menangani persoalan ini. Persetujuan dari Ducati, Honda, dan Yamaha masih diperlukan agar penggantian dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dampak Sudah Terlihat di Catalunya
Konsekuensi gangguan mesin ini terlihat pada balapan MotoGP Catalunya ketika Pedro Acosta mengalami penurunan kecepatan mendadak. Saat itu, Acosta sedang memimpin balapan dan sempat mengangkat tangan sebelum motornya melambat.
Alex Marquez yang berada di belakang tidak mampu menghindari motor Acosta. Insiden tersebut berujung kecelakaan dan membuat balapan dihentikan dengan bendera merah.
Peristiwa itu memperlihatkan bahwa kegagalan satu komponen kecil dapat memiliki dampak besar dalam balapan. Ketika motor kehilangan tenaga secara mendadak di tengah rombongan, risiko kecelakaan bagi pebalap lain ikut meningkat.
Beirer menekankan bahwa komponen mesin tersebut dapat gagal pada kondisi tertentu. KTM kini menilai penggantian bagian itu menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan serupa pada mesin yang digunakan tim.
Kasus ini juga memperlihatkan ketatnya aturan teknis MotoGP saat pabrikan menemukan masalah setelah mesin disegel. Penyelesaian KTM tidak hanya bergantung pada diagnosis teknis, melainkan juga persetujuan kolektif dari para pesaingnya.
