Kudus Tahan Kuat Dengan Industri, Jekuti-Banglor Disiapkan Menjadi Penggerak Investasi Jateng

Author: Redaksi Android62

Kawasan Jekuti dan Banglor kini dipandang sebagai ruang baru untuk mengunci pertumbuhan investasi Jawa Tengah. Dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendapa Kabupaten Kudus, para kepala daerah dari Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora duduk dalam satu forum untuk membahas arah pembangunan yang lebih saling terhubung.

Forum yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi itu menekankan bahwa kekuatan ekonomi tidak lagi cukup dibaca dari satu kabupaten atau kota. Keterhubungan antardaerah menjadi faktor penting agar investasi masuk lebih mudah, aktivitas usaha lebih aman, dan pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Di tengah pembahasan itu, Kudus muncul sebagai contoh daerah dengan fondasi ekonomi yang masih sangat kuat. Sektor industri masih menopang 76 persen perekonomian daerah, sedangkan Produk Domestik Regional Bruto per kapita mencapai Rp148,38 juta per tahun.

Angka tersebut menempatkan Kudus di jajaran daerah dengan pendapatan per kapita tertinggi di Jawa Tengah. Posisi itu membuat Kudus dilihat strategis ketika pemerintah provinsi mendorong model pertumbuhan baru yang bertumpu pada kerja sama kawasan.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan daerahnya tetap mendorong investasi di luar sektor rokok. Ia juga menyebut pemerintah kabupaten menyelaraskan program daerah dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah agar pertumbuhan lebih merata.

Infrastruktur dan rasa aman jadi syarat utama

Sam’ani menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperbaiki infrastruktur, memasang penerangan jalan umum, dan memperkuat mitigasi bencana bersama Forkopimda. Menurut dia, langkah-langkah itu penting supaya kegiatan ekonomi tetap berjalan dan pelaku usaha merasa lebih nyaman.

Dari sisi provinsi, Ahmad Luthfi meminta terobosan nyata untuk menarik investor ke Jawa Tengah. Ia menekankan bahwa kemudahan perizinan dan jaminan keamanan harus berjalan beriringan jika investasi ingin tumbuh lebih cepat.

Luthfi juga mengingatkan agar ekspansi industri tidak menabrak tata ruang. Ia menyoroti perlindungan terhadap Lahan Sawah Dilindungi serta pentingnya jaminan keamanan bersama TNI dan Polri agar pertumbuhan investasi tetap tertib.

Pati Raya ikut masuk radar penguatan ekonomi

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng Urip Sihabudin menilai kawasan Pati Raya punya peran penting dalam penguatan ekonomi provinsi. Menurut dia, sinergi antardaerah dibutuhkan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2027 yang dipatok 5,6 hingga 7,4 persen.

Pandangan itu sejalan dengan arah perhatian pemerintah provinsi terhadap Jekuti dan Banglor sebagai ruang kolaborasi pembangunan. Forum ini menunjukkan bahwa penguatan ekonomi diarahkan lewat keterhubungan wilayah yang saling melengkapi, bukan lewat persaingan antarwilayah.

Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah juga mengingatkan agar pembangunan tetap fokus pada pengurangan pengangguran dan stabilitas harga pokok. Dalam diskusi, para kepala daerah mengusulkan prioritas anggaran untuk perbaikan jalan wisata, normalisasi sungai penahan banjir, dan sertifikasi halal bagi UMKM agar usaha kecil bisa naik kelas.

Arah pembangunan bergeser ke pariwisata dan ekonomi syariah

Pemerintah provinsi menyebut arah pembangunan Jawa Tengah akan bergerak ke pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah pada 2027. Di titik itu, sinergi Jekuti dan Banglor tidak hanya dipandang sebagai forum koordinasi, tetapi juga pintu untuk mengunci arah investasi sekaligus menata daya saing wilayah.

Kudus menjadi salah satu contoh bagaimana basis industri yang kuat bisa dipadukan dengan agenda pembangunan baru. Saat infrastruktur, keamanan, tata ruang, UMKM, dan pariwisata bergerak dalam satu arah, kawasan ini diproyeksikan menjadi mesin ekonomi yang lebih tahan menghadapi perubahan.

Source: jatengpos.co.id
Berita Terbaru