Hasil seleksi Sekolah Maung dijadwalkan muncul pada 8 Juni 2026, lalu peserta yang diterima harus melakukan daftar ulang pada 9-10 Juni 2026. Skema ini menjadi bagian penting dari SPMB 2026 di Jawa Barat karena jalur Sekolah Maung diproyeksikan menampung sekitar 21 ribu siswa.
Meski kuotanya besar, jalur ini tidak terbuka lebar untuk semua pendaftar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan seleksi yang cukup ketat sejak awal agar hanya siswa yang memenuhi syarat usia, domisili, akademik, dan prestasi yang dapat bersaing.
Syarat dasar yang harus dipenuhi
Pendaftar Sekolah Maung harus lulusan SMP, MTs, atau sederajat pada tahun berjalan maupun tahun sebelumnya. Selain itu, batas usia ditetapkan maksimal 21 tahun pada 1 Juli 2026.
Ketentuan ini menunjukkan bahwa jalur tersebut memang ditujukan bagi peserta didik yang masih berada pada rentang usia sekolah menengah. Dengan begitu, seleksi sejak awal sudah menyaring calon peserta berdasarkan kelayakan administratif.
Dokumen akademik dan bukti unggul
Untuk jalur kompetensi akademik, calon peserta didik wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik atau TKA dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ketentuan ini tidak berlaku bagi pendaftar jenjang SMK.
Selain hasil akademik, peserta juga harus menunjukkan potensi unggul atau prestasi akademik maupun nonakademik sesuai minat dan bakat. Dokumen yang dapat dilampirkan antara lain hasil Tes Potensi Akademik, nilai rapor atau dokumen hasil belajar, sertifikat atau piagam kejuaraan, portofolio karya, serta dokumen pendukung lain.
Dengan syarat itu, seleksi tidak hanya bertumpu pada nilai rapor. Sekolah Maung juga memberi ruang bagi siswa yang memiliki rekam jejak prestasi di luar akademik formal.
Domisili menjadi filter penting
Calon siswa juga wajib menetap di kabupaten atau kota di Jawa Barat minimal satu tahun. Ketentuan ini harus dibuktikan melalui Kartu Keluarga dan KTP.
Selain itu, peserta didik perlu menyertakan surat rekomendasi dari sekolah asal. Surat tersebut harus memuat keterangan bahwa siswa berprestasi dan memiliki minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Syarat domisili dan rekomendasi ini membuat jalur Sekolah Maung tetap terhubung dengan siswa yang memang berada dalam lingkungan pendidikan Jawa Barat. Di sisi lain, aturan itu ikut mempertegas karakter seleksi yang menargetkan peserta didik unggulan.
Jadwal dan peluang yang tersisa
Setelah pengumuman pada 8 Juni 2026, peserta yang lolos wajib melakukan daftar ulang pada 9-10 Juni 2026. Bagi yang belum berhasil masuk, kesempatan untuk mendaftar ke sekolah lain masih tersedia melalui seleksi SPMB tahap 1 maupun tahap 2.
Jalur tersebut berlaku untuk sekolah yang tidak termasuk kategori Sekolah Maung. Dengan daya tampung sekitar 21 ribu siswa, jalur ini menjadi salah satu yang paling diperhatikan dalam SPMB 2026 di Jawa Barat, tetapi ketatnya syarat membuat persaingan tetap diprediksi selektif.
Source: www.kompas.tv






