Kuota Asia KOVO Diperluas, Jalan Penerus Megawati ke V-League Makin Terbuka

Kuota pemain Asia di Liga Voli Korea Selatan kini menjadi salah satu perubahan paling penting yang diumumkan KOVO. Kebijakan baru itu memberi ruang lebih besar bagi pevoli Asia untuk masuk ke V-League, termasuk peluang bagi pemain Indonesia yang ingin mengikuti jejak Megawati Hangestri.

Di sektor putri, KOVO tetap mempertahankan satu pemain asing reguler, tetapi menambah kuota pemain Asia dari satu menjadi dua. Dengan komposisi itu, setiap tim putri dapat menurunkan tiga pemain asing sekaligus, yaitu satu pemain asing reguler dan dua pemain kuota Asia.

Peluang lebih besar bagi pemain Asia

Perubahan ini dinilai paling terasa bagi pevoli dari kawasan Asia karena ruang tampil mereka di liga menjadi lebih luas. Meski persaingan pemain lokal Korea akan semakin ketat, klub kini punya lebih banyak opsi untuk mengisi komposisi tim dengan pemain asing yang berasal dari Asia.

Nama-nama pemain Indonesia pun kembali ikut diperbincangkan setelah regulasi tersebut diumumkan. Dalam dua tahun terakhir, sejumlah pevoli Indonesia telah mencoba peruntungan lewat Asian Quarter Draft V-League, termasuk Yolla Yuliana dan Mediol Stiovanny Yoku.

Megawati kembali, nama penerus ikut mencuat

Megawati Hangestri sendiri dipastikan akan kembali tampil di V-League pada musim 2026/2027 bersama Hyundai Hillstate. Ia datang setelah dua musim sukses membela Jung Kwan Jang Red Sparks dan menjadi salah satu figur paling menonjol bagi pevoli Indonesia di Korea Selatan.

Di Hyundai Hillstate, Megawati akan berduet dengan Jordan Wilson dan mendapat dukungan setter tim nasional Korea Selatan, Kim Da-in. Klub tersebut juga bukan tim sembarangan karena pernah menjuarai musim 2023/2024 di bawah pelatih Kang Sung-hyung.

Di tengah situasi itu, Junaida Santi menjadi salah satu nama yang dinilai punya kans besar untuk menyusul. Pevoli yang meraih gelar MVP Proliga 2025 itu juga pernah mendapat pujian langsung dari Megawati, yang menyebut, “Bagus, karena junior akan meneruskan kakak-kakaknya ke depan.”

Aturan baru diterapkan bertahap

Perubahan kuota ini diambil dalam Rapat Dewan Direksi ke-6 dan Rapat Umum Luar Biasa periode ke-22 yang digelar pada 23 Juni, menurut laporan My Daily. Regulasi baru akan diterapkan bertahap dalam beberapa musim mendatang dan menyentuh komposisi pemain asing di sektor putra maupun putri.

Untuk sektor putra, mulai musim 2027/2028 setiap tim akan diizinkan memainkan tiga pemain asing secara bersamaan. Hingga musim 2026/2027, klub putra masih memakai skema satu pemain asing dan satu pemain kuota Asia.

Skema gaji juga disesuaikan. Pemain asing menerima 400 ribu dolar AS pada tahun pertama dan 550 ribu dolar AS mulai musim kedua, sedangkan pemain kuota Asia mendapat 120 ribu dolar AS pada tahun pertama dan 150 ribu dolar AS pada musim berikutnya.

Pada musim 2027/2028, klub putra juga bisa merekrut pemain asing tambahan lewat opsi kedua. Untuk slot itu, gajinya ditetapkan 150 ribu dolar AS pada tahun pertama dan 170 ribu dolar AS mulai musim kedua, dengan kompensasi pemain kuota Asia ikut menyesuaikan skema baru tersebut.

Aturan pergantian ikut diperketat

KOVO tidak hanya mengubah jumlah kuota, tetapi juga membatasi pergantian pemain asing dan pemain Asia. Jika sebelumnya tidak ada batasan khusus, mulai musim 2026/2027 pergantian pemain hanya boleh dilakukan sampai putaran kelima musim reguler.

Setelah putaran keenam, penggantian hanya bisa dilakukan jika ada cedera yang diakui tim medis resmi KOVO. Kondisi itu juga harus membutuhkan masa pemulihan minimal delapan minggu, sehingga klub tidak lagi leluasa melakukan perubahan pada fase akhir kompetisi.

Dengan perubahan ini, pintu menuju V-League terlihat semakin terbuka bagi talenta Asia, terutama dari Indonesia. Regulasi baru itu bisa menjadi momentum penting bagi generasi berikutnya yang ingin mengikuti langkah Megawati Hangestri di Korea Selatan.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait