Sebanyak 137 konsumen Honda Prelude di Indonesia masih harus bersabar karena jumlah pesanan sudah jauh melampaui kuota yang tersedia. PT Honda Prospect Motor mencatat total pemesanan mobil sport hibrida itu telah mencapai 287 unit, sementara alokasi untuk pasar Indonesia sepanjang 2026 baru 150 unit.
Kondisi tersebut membuat pengiriman Prelude tidak bisa langsung memenuhi seluruh permintaan yang masuk. Sisa unit bergantung pada tambahan suplai dari Honda Motor Jepang, sehingga antrean berpotensi berlanjut ke periode berikutnya.
Permintaan terus naik
Sales & Marketing and After Sales Director HPM, Yusak Billy, menyebut angka pemesanan Prelude sudah menembus 287 unit. Jumlah itu muncul setelah permintaan konsumen terus bertambah dari waktu ke waktu dan melampaui kuota yang disiapkan untuk Indonesia.
Pada tahap awal, Indonesia hanya mendapat jatah 40 unit. Kuota itu langsung habis pada hari pertama, lalu HPM mengajukan tambahan 100 unit ke Honda Motor Jepang karena minat pasar terus bergerak naik.
Permintaan tidak berhenti di situ. Saat pesanan melewati 200 unit, HPM kembali meminta tambahan 50 unit, dan permintaan itu juga disetujui.
Dengan rangkaian penambahan tersebut, total kuota Prelude untuk Indonesia pada 2026 menjadi 150 unit. Namun, angka itu masih belum cukup untuk menutup seluruh pesanan yang sudah masuk.
Pengiriman sudah dimulai
Honda sudah mulai menyerahkan Prelude generasi terbaru kepada konsumen di pasar domestik. Sebanyak 20 unit pertama telah diserahkan dalam acara seremonial di Vault Automotive Museum, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026).
Penyerahan itu menandai bahwa Prelude sudah masuk tahap distribusi, bukan sekadar model yang diperkenalkan ke publik. Bagi konsumen yang sudah memesan, proses pengiriman kini benar-benar berjalan meski jumlah unitnya masih terbatas.
Antrean berlanjut sampai tahun depan
HPM menargetkan distribusi 150 unit itu selesai sampai Oktober 2026. Artinya, konsumen yang masuk dalam kuota tahun ini akan menerima mobilnya secara bertahap hingga periode tersebut.
Sisa 137 pesanan akan dibawa ke tahun berikutnya. Kelanjutan pengiriman untuk jumlah itu masih bergantung pada ketersediaan unit dan tambahan alokasi dari prinsipal di Jepang.
Situasi ini membuat suplai menjadi faktor penentu utama. Di satu sisi, kuota awal yang kecil langsung habis, sementara di sisi lain permintaan terus bertambah dan mendorong HPM berulang kali mengajukan tambahan unit.
Daya tarik model sport hibrida
Lonjakan pemesanan Prelude juga memperlihatkan bahwa mobil sport elektrifikasi premium ini mulai mendapat perhatian lebih besar di Indonesia. Model tersebut tetap mempertahankan karakter coupe dua pintu sebagai identitas utamanya.
Di sisi teknologi, Prelude terbaru dibekali sistem e:HEV yang memadukan mesin bensin 2.000 cc dengan motor listrik. Kombinasi desain sporty dan teknologi hibrida tampaknya menjadi daya tarik utama bagi pembeli di pasar domestik.
Angka 287 pesanan menunjukkan bahwa Prelude tidak hanya mengandalkan nama besarnya, tetapi juga berhasil memancing minat konsumen dengan karakter produknya. Selama permintaan masih lebih tinggi daripada kuota, ritme suplai dari Jepang akan terus menentukan seberapa cepat antrean bisa terselesaikan.
