Kuota Saudisasi Pemasaran Dinaikkan Ke 60 Persen, Pekerja Asing Kian Terdesak Di Arab Saudi

Author: Redaksi Android62

Arab Saudi menaikkan target Saudisasi di sektor pemasaran dan penjualan menjadi 60 persen, sehingga ruang bagi pekerja asing di bidang ini makin menyempit. Kebijakan tersebut berlaku setelah masa tenggang perusahaan swasta berakhir dan dijalankan oleh Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial.

Aturan baru ini menyasar perusahaan yang memiliki setidaknya tiga karyawan di bidang terkait. Dengan cakupan itu, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh korporasi besar, tetapi juga usaha yang memiliki tim kecil dalam aktivitas pemasaran dan penjualan.

Posisi yang ikut terdampak

Di sektor pemasaran, aturan ini mencakup manajer pemasaran, desainer grafis, dan spesialis hubungan masyarakat. Sementara itu, di sektor penjualan, jabatan yang masuk dalam cakupan meliputi manajer penjualan, tenaga ritel, pekerja grosir, hingga spesialis penjualan teknologi informasi.

Cakupan posisi yang cukup luas ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin mempercepat penempatan warga Saudi di lini komersial yang dianggap penting. Dorongan tersebut sejalan dengan upaya memperbesar peran tenaga kerja lokal di sektor swasta.

Syarat gaji untuk masuk hitungan kuota

Arab Saudi juga menetapkan batas upah minimum 5.500 riyal Saudi atau sekitar Rp 23 juta per bulan bagi pekerja lokal agar dapat dihitung dalam kuota Saudisasi perusahaan. Ketentuan ini menjadi bagian penting dalam penilaian kepatuhan terhadap aturan baru di sektor pemasaran dan penjualan.

Syarat tersebut menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya mengejar jumlah serapan tenaga kerja nasional. Pemerintah juga mendorong penempatan warga Saudi pada posisi yang dinilai layak dari sisi tanggung jawab dan kompensasi.

Bagian dari Saudi Vision 2030

Langkah ini tidak berdiri sendiri karena terkait langsung dengan Saudi Vision 2030. Program tersebut menempatkan penguatan tenaga kerja nasional sebagai salah satu prioritas utama, termasuk dengan memperluas keterlibatan warga Saudi di sektor swasta.

Dalam konteks itu, kenaikan kuota menjadi 60 persen memperlihatkan arah kebijakan yang makin tegas. Pemerintah tampak ingin memastikan bahwa warga Saudi memegang porsi yang lebih besar di bidang pemasaran dan penjualan yang selama ini banyak diisi tenaga kerja asing.

Respons dan tantangan bagi perusahaan

Pakar sumber daya manusia Fahad Al-Kastaban menilai kebijakan ini sebagai langkah regulasi yang penting. Ia menyebut sektor yang menjadi sasaran aturan tersebut sebagai bidang yang dinamis dan terus tumbuh.

“Ini adalah langkah regulasi penting yang diharapkan meningkatkan partisipasi talenta nasional di sektor yang dinamis dan berkembang pesat,” ujar Fahad Al-Kastaban. Meski begitu, ia juga mengingatkan bahwa perusahaan tetap harus menghadapi sejumlah tantangan dalam penerapannya.

Menurut Al-Kastaban, keterbatasan tenaga ahli di bidang tertentu, tingginya perputaran karyawan, dan potensi naiknya biaya operasional perlu diantisipasi sejak awal. Perusahaan tidak cukup hanya mengubah komposisi tenaga kerja agar sesuai kuota.

Ia menekankan pentingnya investasi pada pelatihan dan jalur karier yang jelas untuk menjaga stabilitas tenaga kerja. “Investasi dalam pelatihan dan jalur karier yang jelas akan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas tenaga kerja,” katanya.

Jumlah warga Saudi di sektor swasta terus bertambah

Data pemerintah menunjukkan lebih dari 2,48 juta warga Saudi telah masuk ke sektor swasta sejak 2020. Angka itu menggambarkan bahwa perluasan peran tenaga kerja lokal sudah berjalan bahkan sebelum target 60 persen diterapkan di pemasaran dan penjualan.

Tingkat partisipasi angkatan kerja warga lokal juga tercatat mencapai 51,3 persen pada kuartal pertama 2025. Capaian ini memperlihatkan bahwa Arab Saudi terus memperkuat posisi warganya di pasar kerja, khususnya pada bidang-bidang yang selama ini banyak bergantung pada tenaga profesional dan komersial dari luar negeri.

Dengan kebijakan baru tersebut, perusahaan di sektor pemasaran dan penjualan dituntut menyesuaikan rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan karyawan secara lebih serius. Di saat yang sama, pekerja asing diperkirakan menghadapi persaingan yang semakin ketat karena ruang bagi tenaga lokal terus diperbesar.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru