Laba Anjlok Dan Target Pengiriman Dipangkas, Li Auto Tetap Percepat Langkah Ke AI Dan Robotika

Li Auto memperketat arah pengembangan AI dan robotika saat bisnis otomotifnya justru berada di bawah tekanan. Di tengah laba yang melemah, perusahaan ini kembali mengubah struktur internal agar sumber daya dan komando untuk teknologi baru lebih terpusat.

Langkah tersebut menjadi restrukturisasi kedua Li Auto pada tahun ini yang menyasar smart driving dan embodied AI. Perubahan ini juga menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya bertumpu pada smart driving, tetapi mulai menempatkan embodied AI sebagai fondasi ambisi robotiknya.

Embodied AI mendapat struktur yang lebih tegas

Dalam penataan terbaru, Li Auto membentuk tiga departemen baru di bawah payung embodied AI, yaitu embodied engineering, embodied interaction, dan embodied behavior. Pada saat yang sama, bisnis autonomous driving dipisahkan menjadi departemen tier-two yang berdiri sendiri dan berjalan paralel dengan tiga unit baru tersebut.

Menurut LatePost, seluruh unit embodied AI itu akan langsung dikelola Zhan Kun, kepala tim foundation model. Zhan Kun berada di bawah chief technology officer Xie Yan, sehingga susunan baru ini memperjelas rantai komando untuk bidang AI inti Li Auto.

Perubahan ini penting karena menunjukkan bahwa Li Auto ingin mengikat pengembangan AI pada struktur organisasi yang lebih rapi. Dengan begitu, ekspansi ke robotika tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga punya jalur kerja yang lebih jelas di dalam perusahaan.

Arah robotika makin terlihat nyata

Dorongan ke robotika juga tidak datang tiba-tiba. Pada Februari, Li Auto sudah lebih dulu merombak departemen smart intelligence dan membentuk tim humanoid robot.

Pendiri, chairman, dan CEO Li Auto, Li Xiang, berulang kali menekankan bahwa perusahaan sedang bergerak menjadi pemain AI. Dalam wawancara awal bulan ini, ia menyebut autonomous driving sebagai separuh pertama kompetisi robotika, sementara humanoid robot menjadi separuh berikutnya.

Namun, Li Xiang juga mengakui bahwa komersialisasi besar-besaran untuk humanoid robot serbaguna masih memerlukan setidaknya tiga tahun lagi. Pernyataan itu memberi gambaran bahwa Li Auto masih berada pada tahap awal, meski penataan organisasinya terus dipercepat.

Proyek internal sudah masuk tahap prototipe

Di sisi pengembangan produk, proyek robotika internal Li Auto yang berkode Nexus disebut sudah memiliki prototipe awal untuk produk robot beroda pertamanya. Detail ini memperlihatkan bahwa ambisi perusahaan sudah melampaui riset konsep.

Keberadaan prototipe juga menandakan bahwa Li Auto tengah mencoba menghubungkan visi AI dengan perangkat keras yang lebih konkret. Dengan kata lain, perusahaan tampak ingin membangun fondasi untuk lini robotika yang bisa berkembang lebih jauh di kemudian hari.

Bisnis inti sedang kehilangan tenaga

Di saat strategi baru itu dipacu, kinerja keuangan Li Auto justru menunjukkan tekanan yang nyata. Perusahaan membukukan rugi bersih tak terduga sebesar 2,3 miliar yuan pada kuartal pertama 2026 setelah sebelumnya mencatat beberapa kuartal berturut-turut untung.

Pendapatan total juga turun 11,4 persen secara tahunan menjadi 23 miliar yuan. Pada periode yang sama, margin kotor anjlok ke 7,9 persen dari 20,5 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Penyusutan margin terutama dipicu perang harga yang ketat di pasar dan penurunan harga jual rata-rata akibat perubahan bauran produk. Kondisi itu ikut menekan arus kas, karena free cash flow perusahaan berubah menjadi negatif pada kuartal pertama.

Panduan pengiriman dibuat lebih hati-hati

Tekanan bisnis inti juga tercermin dari panduan Li Auto untuk kuartal kedua. Perusahaan memperkirakan pengiriman kendaraan berada di kisaran 95.000 hingga 100.000 unit.

Panduan tersebut terlihat lebih konservatif dibandingkan ekspektasi sejumlah rival lokal yang lebih agresif. Di tengah situasi itu, ekspansi AI dan robotika Li Auto tampaknya semakin bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga kekuatan kas.

Karena itu, restrukturisasi terbaru bukan hanya soal pembagian organisasi. Langkah ini juga memperlihatkan upaya Li Auto untuk menjaga fokus, memperkuat jalur keputusan, dan tetap melaju ke fase berikutnya saat pasar otomotif masih menekan margin.

Source: cnevpost.com

Berita Terkait