Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) langsung mendapat respons positif setelah perusahaan membukukan laba bersih 41,09 juta dollar AS pada kuartal I-2026. Pada perdagangan Kamis (30/4/2026), harga saham BUMI ditutup naik 10 poin atau 4,35 persen ke level Rp 240 per saham.
Penguatan itu terjadi seiring laporan keuangan perseroan yang menunjukkan kenaikan laba bersih 36,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pergerakan saham juga mencerminkan minat pelaku pasar terhadap kinerja operasional emiten tambang tersebut yang tetap tumbuh di tengah kenaikan sejumlah beban.
Pendapatan naik lebih cepat dari tekanan biaya
Di sisi bisnis, BUMI mencatat pendapatan 417,8 juta dollar AS pada periode yang berakhir 31 Maret 2026. Realisasi itu tumbuh 19,7 persen dari 348,78 juta dollar AS pada kuartal I-2025.
Kenaikan pendapatan tersebut memang diikuti peningkatan beban pokok pendapatan menjadi 334,8 juta dollar AS dari 297,53 juta dollar AS. Meski begitu, perseroan masih mampu menjaga laba bruto tetap positif di level 82,8 juta dollar AS.
Laba usaha ikut terdorong
Perbaikan penjualan juga tercermin pada laba usaha BUMI yang mencapai 49,1 juta dollar AS. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan 27,9 juta dollar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di saat yang sama, beban usaha juga meningkat dari 23,3 juta dollar AS menjadi 33,8 juta dollar AS. Namun, pertumbuhan pendapatan masih cukup kuat untuk menahan dampak kenaikan biaya operasional tersebut.
Perubahan beban pajak memengaruhi hasil akhir
Setelah memperhitungkan beban lain-lain neto sebesar 1,08 juta dollar AS, BUMI membukukan laba sebelum pajak penghasilan 55,29 juta dollar AS. Capaian ini melonjak dari 28,64 juta dollar AS pada kuartal I-2025.
Di tahap berikutnya, perusahaan mencatat beban pajak penghasilan 11,60 juta dollar AS. Kondisi ini berbeda dari tahun sebelumnya ketika BUMI masih memperoleh manfaat pajak senilai 2,18 juta dollar AS.
Setelah memperhitungkan bagi hasil sebesar 2,59 juta dollar AS, laba tahun berjalan tetap solid di 41,09 juta dollar AS. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat menjadi 24,14 juta dollar AS dari 17,86 juta dollar AS.
Pasar merespons penguatan kinerja
Respons positif pasar terlihat jelas sepanjang perdagangan saham BUMI. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan saham sempat bergerak di kisaran Rp 220 sebagai level terendah dan menyentuh Rp 244 pada level tertinggi sebelum akhirnya bertahan di Rp 240.
Pergerakan harga itu sempat konsolidasi di rentang Rp 225 hingga Rp 230 sebelum menembus resistance Rp 230. Setelah itu, laju penguatan bergerak lebih cepat hingga penutupan sesi perdagangan.
Kombinasi antara kenaikan pendapatan, perbaikan laba usaha, dan laba bersih yang lebih tinggi membuat kinerja kuartal I-2026 menjadi perhatian pasar. BUMI pun berada dalam sorotan investor karena mampu menjaga pertumbuhan laba di tengah beban yang juga ikut naik.







