HYBE justru menutup kuartal pertamanya dengan beban yang menekan laba, meski pendapatannya melesat ke rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Perusahaan itu meraup 698,3 miliar won atau sekitar Rp8,1 triliun, tetapi tetap mencatat rugi operasional.
Di balik lonjakan pendapatan tersebut, album BTS kembali tampil sebagai penggerak utama. Kontribusi grup itu memperlihatkan betapa besar peran BTS dalam menjaga mesin bisnis HYBE tetap berputar di tengah kompetisi industri hiburan yang ketat.
Kenaikan pendapatan HYBE mencapai 39,5 persen secara tahunan. Lonjakan terbesar datang dari penjualan album BTS yang memperkuat posisi divisi musik HYBE di pasar global.
Manajemen HYBE menyebut album kelima BTS memberi dampak besar terhadap penjualan musik global sepanjang bulan lalu. Album itu terjual 3,98 juta kopi hanya pada hari pertama perilisannya.
Capaian tersebut makin menonjol setelah data Luminate menunjukkan LP itu terjual 208.000 kopi dalam sepekan. Angka itu menjadi yang tertinggi untuk grup mana pun sejak pencatatan dimulai pada 1991.
Laba operasional tertekan beban satu kali
Meski pendapatan menanjak tajam, HYBE membukukan rugi operasional 196,6 miliar won. Hasil itu berbalik dari laba 21,6 miliar won pada periode yang sama tahun sebelumnya dan lebih buruk dari konsensus pasar Yonhap Infomax yang memproyeksikan laba 42,6 miliar won.
Perusahaan menjelaskan kerugian tersebut terutama berasal dari beban non-kas sebesar 255 miliar won. Beban itu muncul dari pemberian saham pribadi Ketua Bang Si-hyuk sebagai insentif karyawan.
Jika beban kompensasi berbasis saham itu dikeluarkan, laba operasional yang disesuaikan mencapai 58,5 miliar won. Artinya, bisnis inti HYBE masih menunjukkan kinerja positif ketika efek akuntansi satu kali tidak dihitung.
Tak hanya BTS, lini bisnis lain ikut bergerak
Selain penjualan album, pendapatan HYBE juga datang dari aktivitas langsung artis seperti konser, iklan, dan penjualan album. Segmen ini menyumbang 403,7 miliar won bagi kas perusahaan.
Lini tidak langsung juga mencatat pertumbuhan kuat. Penjualan merchandise dan lisensi naik 65,5 persen menjadi 294,7 miliar won, menandakan ekosistem bisnis HYBE masih aktif di banyak jalur.
Performa artis lain ikut memberi dorongan tambahan. Selain BTS, pertumbuhan perusahaan juga ditopang oleh kinerja Enhypen, Katseye, dan Cortis.
Di ranah musik, single utama berjudul Swim juga berhasil menduduki posisi puncak Billboard Hot 100. Pencapaian itu semakin menguatkan daya tarik HYBE di pasar global.
Tur BTS jadi penopang berikutnya
CEO HYBE Lee Jae-sang menyoroti pengaruh tur dunia BTS yang sedang berlangsung terhadap pasar internasional. Ia menyebut antusiasme penggemar di Amerika Utara, Eropa, dan Asia sebagai sinyal ekspansi global K-pop.
HYBE juga memproyeksikan tren positif pendapatan dan laba operasional akan berlanjut pada kuartal kedua 2026. Proyeksi itu didukung jadwal perilisan karya baru dari Tomorrow X Together, TWS, dan ILLIT, serta akumulasi penjualan dari tur stadion BTS.
Dengan kombinasi penjualan album, konser, dan bisnis lisensi yang terus tumbuh, HYBE memasuki periode berikutnya dengan modal yang kuat. Tantangan utamanya kini ada pada kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan pendapatan agar diikuti pemulihan laba operasional yang lebih stabil.
