Laba Medco Naik 282 Persen, Harga Minyak dan Tambahan Produksi Mengerek Kinerja Awal 2026

Author: Redaksi Android62

PT Medco Energi Internasional Tbk memulai kuartal I-2026 dengan lonjakan kinerja yang sangat kuat. Laba bersih perusahaan naik 282,40 persen secara tahunan menjadi 67,38 juta dollar AS atau setara Rp 1,16 triliun.

Kenaikan itu tidak berdiri sendiri. Pendapatan Medco Energi juga tumbuh 19,23 persen secara tahunan menjadi 654,35 juta dollar AS, menunjukkan bahwa penguatan laba berjalan seiring dengan peningkatan aktivitas usaha.

Harga minyak dan produksi mengangkat kinerja

Chief Executive Officer Medco Energi Internasional Roberto Lorato menyebut EBITDA perusahaan mencapai 351 juta dollar AS. Menurut dia, capaian tersebut ditopang oleh realisasi harga minyak yang lebih baik.

Lorato juga menegaskan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah ikut mendorong harga minyak naik pada Maret. Situasi itu memberi dampak positif pada penjualan likuid dan gas ekspor perusahaan.

Dari sisi operasional, volume minyak dan gas yang lebih tinggi menjadi penopang utama pertumbuhan pendapatan. Tambahan produksi berasal dari partisipasi di Corridor serta lapangan Forel dan Terubuk yang bertambah.

Kontribusi bisnis lain ikut memperkuat hasil

Selain sektor minyak dan gas, kinerja Medco Energi juga mendapat dorongan dari Amman Mineral Internasional dan segmen ketenagalistrikan. Dua lini bisnis itu membantu menjaga momentum pertumbuhan perusahaan pada awal tahun.

Dengan dukungan tersebut, perseroan melihat pertumbuhan operasional sebagai penggerak utama kinerja kuartal I-2026. Penguatan volume, penjualan, dan kontribusi portofolio bisnis yang lebih luas menjadi bagian penting dari hasil yang dicatat.

Belanja modal tetap fokus pada migas dan listrik

Untuk menopang ekspansi, Medco Energi telah mengalokasikan belanja modal atau capex sebesar 90 juta dollar AS pada awal tahun ini. Dari jumlah itu, 88 juta dollar AS diarahkan ke pengembangan sektor minyak dan gas.

Sisa 2 juta dollar AS digunakan untuk proyek ketenagalistrikan perusahaan. Alokasi ini menunjukkan prioritas perseroan tetap berada pada dua lini bisnis utama yang selama ini menopang pendapatan dan laba.

Direktur Utama Hilmi Panigoro menilai hasil tiga bulan pertama 2026 mencerminkan disiplin pengelolaan keuangan yang dijalankan secara berkelanjutan. Ia juga menyebut kinerja tersebut menegaskan fokus perusahaan pada keunggulan operasional dan pertumbuhan jangka panjang.

Hilmi menambahkan bahwa Medco Energi tetap berkomitmen memperkuat portofolio bisnis. Perusahaan ingin menjaga nilai tambah bagi para pemangku kepentingan melalui pengelolaan yang konsisten dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Berita Terbaru