Laba Modal Ventura Terkikis 5,01%, OJK Masih Melihat Pintu Pertumbuhan

Laba bersih industri modal ventura pada lima bulan pertama 2026 tercatat turun 5,01% secara tahunan menjadi Rp213,11 miliar. Meski demikian, OJK menilai ruang pertumbuhan sektor ini belum tertutup karena pembiayaan dan aset masih menunjukkan kenaikan tipis.

Di saat laba tertekan, pembiayaan modal ventura tetap naik 0,09% year on year menjadi Rp16,36 triliun. Sementara itu, nilai aset industri mencapai Rp27,49 triliun pada Mei 2026, atau tumbuh 1,7% dibandingkan Rp27,01 triliun pada Mei 2025.

Fokus OJK pada kualitas pertumbuhan

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan peluang industri masih terbuka. Pandangan itu disampaikan dalam lembar jawaban RDK OJK Juni 2026 yang dikutip finansial.bisnis.com pada Senin (13/7/2026).

OJK mendorong perusahaan modal ventura dan perusahaan modal ventura syariah untuk memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta berinvestasi secara hati-hati dan selektif. Arahan ini ditempatkan sebagai cara menjaga agar pertumbuhan pembiayaan tidak mengorbankan kualitas portofolio.

Penyesuaian aturan dan pengawasan

Selain memantau kinerja, OJK juga menyiapkan penyempurnaan POJK Nomor 25 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Modal Ventura dan Perusahaan Modal Ventura Syariah. Penyesuaian itu diarahkan untuk memberi fleksibilitas lebih besar bagi PMV/S, menyederhanakan aspek regulasi administratif, dan memperkuat pengawasan berbasis risiko.

Agusman menyebut langkah tersebut disesuaikan dengan perkembangan model bisnis dan kondisi industri saat ini. Di sisi lain, sejumlah perusahaan juga sedang memproses pemenuhan ketentuan POJK Nomor 41 Tahun 2025 terkait kantor perwakilan modal ventura di Indonesia.

Pasal 2 POJK 41/2025 mensyaratkan perusahaan modal ventura dan lembaga jasa keuangan lain yang berkantor pusat di luar negeri untuk memenuhi dua ketentuan sebelum membuka Kantor Perwakilan PVL di Indonesia. Syarat itu adalah memiliki kinerja dan reputasi yang baik serta memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam perekonomian Indonesia, dengan kantor perwakilan berkedudukan di ibu kota provinsi.

IndikatorMei 2025Mei 2026
Laba bersih industri modal venturaRp213,11 miliar
Perubahan laba bersih YoY-5,01%
Pembiayaan modal venturaRp16,36 triliunRp16,36 triliun
Pertumbuhan pembiayaan YoY0,09%
Aset industri modal venturaRp27,01 triliunRp27,49 triliun
Pertumbuhan aset YoY1,7%

Data OJK memperlihatkan industri modal ventura masih bergerak, meski laju pertumbuhannya belum kuat. Di tengah kontraksi laba, arah kebijakan regulator kini tampak diarahkan pada penguatan kualitas pembiayaan sekaligus penyesuaian aturan agar industri lebih siap menghadapi perubahan model bisnis.

Source: finansial.bisnis.com
Berita Terkait