Nama Dan Darmawan kembali ramai dibicarakan setelah namanya dikaitkan dengan lagu-lagu d4vd yang sempat melambungkan penyanyi asal Amerika Serikat itu. Sosoknya menarik perhatian karena dikenal sebagai produser musik dari Jawa Tengah yang jarang tampil di ruang publik.
Pencarian publik terhadap identitas di balik lagu-lagu populer itu membuat nama Dan Darmawan ikut naik ke permukaan. Ia disebut terlibat dalam cipta lagu “Here with Me” dan juga dikaitkan dengan produksi “Romantic Homicide”, dua karya yang membuat nama d4vd makin dikenal luas.
Yang membuat kisah ini berbeda adalah cara Dan Darmawan membangun jejaknya di dunia musik. Ia lebih sering membagikan lagu dan sample track gratis yang bisa dipakai musisi lain, termasuk d4vd, ketimbang mengejar sorotan besar lewat profil pribadi.
Sosok yang jarang tampil ke publik
Informasi tentang Dan Darmawan memang tidak banyak beredar. Ia disebut tidak membuka identitas pribadinya secara luas, sehingga publik kerap memandangnya sebagai figur yang misterius.
Meski begitu, kontribusinya tetap terasa lewat karya yang beredar. Kanal YouTube miliknya disebut memuat berbagai karya musik yang dibagikan gratis, dan hal itu menjadi salah satu pintu utama publik mengenal namanya.
Di media sosial, perhatian terhadap Dan Darmawan juga ikut terdorong oleh unggahan akun X @MiskinTV_. Akun tersebut menyoroti bahwa lagu hit “Here with Me” dibuat oleh orang Indonesia bernama Dan Hermawan, meski nama yang lebih banyak dibicarakan dalam penelusuran publik adalah Dan Darmawan.
Akun yang sama juga menyebut pernah mendapat cerita dari seorang teman musisi bahwa sosok itu tinggal di wilayah Cilacap dan Purwokerto. Keterangan tersebut makin menguatkan gambaran bahwa ia lebih dikenal lewat karya musiknya daripada kehidupan pribadinya.
Nama yang ikut terseret dalam sorotan atas d4vd
Ramainya nama Dan Darmawan tidak lepas dari sorotan besar terhadap d4vd, yang juga dikenal sebagai David Burke. Pemberitaan tentang penyanyi itu berkembang setelah muncul kasus hukum serius yang menarik perhatian publik.
Kasus tersebut berkaitan dengan pembunuhan seorang perempuan di Los Angeles. Celeste Rivas Hernandez dilaporkan hilang oleh keluarganya di Lake Elsinore pada April 2024 saat masih berusia 13 tahun.
Setelah berbulan-bulan menghilang, sisa-sisa jenazahnya ditemukan pada 8 September 2025 di Hollywood Hills. Jenazah itu disebut berada dalam kondisi membusuk dan termutilasi di bagasi depan atau frunk sebuah Tesla Model Y milik d4vd.
Mobil itu sendiri dilaporkan kotor dan sudah ditinggalkan di pinggir jalan selama berminggu-minggu sebelum akhirnya diderek. Dari penyelidikan yang berjalan, Celeste disebut terakhir kali terlihat hidup pada 23 April 2025.
Saat itu, ia disebut diundang ke rumah sewaan mewah Burke di Hollywood Hills. Jaksa menduga Burke membunuh remaja tersebut karena Celeste mengancam akan melaporkan hubungan seksual ilegal yang disebut telah berlangsung sejak korban berusia 13 tahun.
Jaksa juga menilai situasi itu bisa berubah menjadi skandal yang berpotensi merusak karier musik Burke yang sedang naik. Di tengah perkembangan kasus itu, publik kemudian menelusuri ulang katalog musik dan jejaring kreatif d4vd, dan dari sana nama Dan Darmawan ikut mencuat.
Perkembangan perkara dan dampak sorotan publik
Pada April 2026, David Burke resmi ditangkap dan didakwa dengan pasal pembunuhan tingkat pertama, tindakan cabul terhadap anak di bawah 14 tahun, serta mutilasi jenazah. Dalam sidang perdana pada 20 April 2026, Burke menyatakan tidak bersalah atas seluruh tuduhan.
Pihak pengacara menyatakan Burke tidak menyebabkan kematian Celeste dan berjanji memberikan pembelaan yang kuat. Sementara itu, jaksa mengungkap adanya 40 terabyte bukti digital, termasuk konten pornografi anak yang disebut ditemukan di akun iCloud milik Burke saat penangkapan.
Jika terbukti bersalah atas pembunuhan dengan keadaan khusus, Burke terancam hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Ia juga sempat membatalkan tur dunianya segera setelah penemuan jenazah tersebut.
Di luar kasus itu, perhatian terhadap Dan Darmawan memperlihatkan bahwa musisi Indonesia bisa punya jejak dalam karya global tanpa terlalu banyak dikenal sejak awal. Namanya kini ikut diperhatikan bukan karena pencitraan, melainkan karena kontribusi musik yang sempat dipakai dan dibicarakan luas.
Source: www.suara.com