Tuntas HYROX Osaka saat Hamil 24 Minggu, Lala Nabila Kantongi Rekor MURI

Author: Redaksi Android62

Lala Nabila menuntaskan seluruh rangkaian HYROX Osaka di Jepang ketika usia kehamilannya mencapai 24 minggu. Pencapaian dalam kategori single itu membawanya menerima Rekor MURI sebagai ibu hamil pertama dari Indonesia yang mengikuti kompetisi HYROX.

Ia menyelesaikan perlombaan secara individu dengan catatan waktu sekitar 2 jam 21 menit. Hasil tersebut menjadi perhatian karena HYROX dikenal memiliki rangkaian aktivitas kebugaran dengan tuntutan fisik yang berat.

Target Utama Bukan Podium

Bagi Lala, keikutsertaannya tidak semata mengejar podium atau pemecahan catatan waktu. Ia ingin menjaga kebugaran selama hamil sekaligus membuktikan bahwa perempuan dapat tetap aktif dengan persiapan yang menyesuaikan kondisi tubuh.

Kehamilan tidak membuatnya menghentikan aktivitas fisik sepenuhnya. Faktor tersebut justru menjadi dasar untuk mengatur pola latihan, intensitas, serta batas aman yang perlu dijaga.

Selama persiapan, Lala rutin berkonsultasi dengan dokter kandungan dan menjaga asupan bergizi. Ia tidak memakai pola latihan yang sama seperti sebelum hamil karena kondisi tubuhnya memerlukan penyesuaian.

Ia juga menetapkan batas yang jelas saat berlatih maupun bertanding. Aktivitas akan dihentikan apabila muncul kontraksi atau rasa tidak nyaman yang dinilai mengkhawatirkan.

Rencana yang Sudah Ada Sebelum Hamil

Keputusan mengikuti HYROX Osaka bukan rencana yang muncul setelah Lala mengetahui kehamilannya. Keikutsertaan dalam ajang tersebut telah disiapkan jauh sebelum ia hamil.

Setelah mengetahui dirinya mengandung, Lala sempat mempertimbangkan kembali rencana itu. Ia akhirnya melanjutkan persiapan setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan dan menilai kondisi kesehatannya.

Menurut Beautynesia, Lala berangkat sendiri ke Jepang untuk menjalani kompetisi tersebut. Keputusan itu tidak diberitahukan kepada suaminya karena ia khawatir tidak akan memperoleh izin.

Di Osaka, ia memilih kategori single yang mengharuskannya menjalani setiap rangkaian lomba seorang diri. Lala kemudian mencapai garis akhir dalam waktu sekitar 2 jam 21 menit.

Rekor MURI dan Aktivitas Menjelang Persalinan

Rekor MURI yang diterima Lala menandai keterlibatannya sebagai ibu hamil pertama dari Indonesia di kompetisi HYROX. Penghargaan itu diberikan setelah ia menyelesaikan seluruh tantangan dalam ajang tersebut.

Aktivitas fisiknya tidak berhenti pada kompetisi di Jepang. Lala tetap menjalani latihan race dan mengikuti race ketika usia kandungannya mencapai 37 minggu.

Ia juga masih melakukan aktivitas beberapa hari sebelum melahirkan. Berdasarkan pengalamannya, gaya hidup aktif membuat tubuhnya terasa lebih berenergi dan membantu mengurangi sejumlah keluhan yang biasa muncul saat kehamilan.

Namun, pengalaman Lala tidak dapat diterapkan secara sama pada setiap ibu hamil. Kondisi ibu dan janin berbeda-beda, sehingga konsultasi medis, persiapan matang, serta pemahaman terhadap kemampuan tubuh tetap menjadi pertimbangan utama sebelum berolahraga.

Pencapaian Lala Nabila menunjukkan bahwa aktivitas fisik selama kehamilan perlu dijalankan secara terukur. Target olahraga perlu mengikuti kondisi kesehatan, bukan sebaliknya.

Berita Terbaru