Obesitas pada anak dapat mempercepat datangnya pubertas dan mengurangi sisa waktu tubuh untuk bertambah tinggi. Risiko ini muncul karena lempeng epifisis di ujung tulang dapat menutup lebih cepat ketika pubertas berlangsung terlalu dini.
Penutupan lempeng epifisis menandai berkurangnya kesempatan tulang memanjang sebelum anak mencapai postur dewasa. Karena itu, berat badan berlebih tidak dapat dipandang sebagai tanda bahwa anak tumbuh sehat.
Berat badan berlebih dan masa tumbuh
Dokter spesialis anak subspesialis endokrinologi Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, Subsp.End., FAAP, FRCPI (Hon.), menjelaskan bahwa penumpukan lemak dapat mengganggu metabolisme serta keseimbangan hormon reproduksi. Kondisi tersebut dapat terjadi pada anak perempuan maupun laki-laki.
Pada anak perempuan, obesitas berpotensi memacu pertumbuhan dan pubertas lebih cepat. Pada anak laki-laki, kondisi yang sama juga dapat mengganggu sistem reproduksi dan fertilitas.
Gaya hidup kurang bergerak menjadi salah satu perhatian karena dapat meningkatkan peluang anak mengalami obesitas. Anak yang terlalu lama duduk di depan layar gawai kehilangan kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik yang mendukung kebugaran.
| Faktor kebiasaan | Dampak pada tubuh | Risiko pertumbuhan |
|---|---|---|
| Kurang bergerak dan gula berlebih | Meningkatkan risiko obesitas serta gangguan metabolisme | Pubertas dapat datang lebih cepat |
| Tidur larut atau terputus | Kerja hormon penting saat tidur nyenyak berkurang | Pertumbuhan fisik tidak optimal |
Tidur tidak dapat diganti pada pagi hari
Selain menjaga berat badan, orangtua perlu memperhatikan jadwal tidur anak. Hormon pertumbuhan dan sejumlah hormon penting bekerja ketika tubuh memasuki tidur nyenyak serta fase rapid eye movement atau REM.
Proses pemanjangan tulang dan perbaikan sel tidak berlangsung maksimal ketika anak masih aktif beraktivitas. Tubuh memanfaatkan waktu istirahat untuk menjalankan pemulihan yang diperlukan selama masa kanak-kanak hingga pubertas.
Dr. Aman menegaskan waktu tidur anak tidak seharusnya dikurangi. “Jadi memang pada saat masa anak ini tidur itu tidak boleh didiskon. Ada aturannya. Umur tertentu segini jam dia tidur,” ungkapnya dalam bincang virtual.
Kebiasaan begadang pada akhir pekan juga tidak sepenuhnya dapat diperbaiki dengan bangun lebih siang pada esok hari. Sistem hormon mengikuti ritme sirkadian yang dipengaruhi pergantian terang dan gelap, bukan hanya jumlah total jam tidur.
Karena itu, tidur pada pagi hari tidak memberikan respons yang sama bagi sistem endokrin seperti istirahat malam. Fase gelap alami sekitar 12 jam di Indonesia dapat menjadi peluang untuk membiasakan anak tidur lebih awal.
Langkah yang perlu dijaga setiap hari
Dukungan terhadap pertumbuhan tinggi anak tidak cukup dilakukan dengan menambah porsi makanan. Orangtua juga perlu membatasi makanan manis berlebihan, menjaga aktivitas fisik, serta menghindarkan anak dari kebiasaan tidur larut.
Pengaturan makan tetap penting meski makanan yang diberikan dinilai bergizi. Pemberian makan berlebihan hingga anak mengalami obesitas justru dapat memicu gangguan hormon yang mempersempit masa pertumbuhannya.
