Land Cruiser Jauh Lebih Tahan Nilai, Defender Lebih Cepat Terkikis Dalam 5 Tahun

Bagi pembeli SUV besar kelas atas yang memikirkan nilai jual kembali, Land Cruiser saat ini berada di posisi yang lebih meyakinkan dibanding Land Rover Defender. Data depresiasi menunjukkan jarak yang cukup jelas antara keduanya, dan selisih itu akan terasa semakin besar seiring lamanya mobil disimpan.

Toyota Land Cruiser 2027 dibuka dari $57,880 sebelum biaya delivery, processing, dan handling sebesar $1,595. Di sisi lain, Land Rover Defender 2027 mulai dari $63,500 dengan destination and delivery fee $1,950, sehingga harga awal keduanya masih berada pada level yang relatif berdekatan untuk segmen SUV premium.

Nilai yang hilang tidak berjalan seimbang

Perbedaan besar justru muncul ketika melihat seberapa cepat nilai keduanya turun. CarEdge memperkirakan Toyota Land Cruiser kehilangan 35% dari nilai awal dalam lima tahun, sedangkan Land Rover Defender diperkirakan turun 48% pada periode yang sama.

ISeeCars memberi gambaran yang serupa. Toyota Land Cruiser tercatat turun 34,4% dalam rata-rata depresiasi lima tahun, sementara Land Rover Defender turun 46,1%. Angka ini menunjukkan bahwa Defender terkikis lebih cepat daripada Land Cruiser meski keduanya sama-sama berada di kelas SUV besar dan mahal.

Defender berada di bawah rata-rata pasar

Posisi Land Rover Defender juga kurang menguntungkan jika dibandingkan dengan pasar secara umum. Mobil rata-rata kehilangan sekitar 41,5% dari nilai awal setelah lima tahun, sehingga Defender sudah lebih buruk dari angka tersebut.

Perbandingan dengan kelas SUV juga tidak banyak membantu Defender. Rata-rata depresiasi SUV berada di 44,9% dalam lima tahun, sementara Defender masih tetap berada di bawah performa rata-rata itu.

Kondisi ini sejalan dengan reputasi historis Land Rover yang kerap masuk daftar merek dengan depresiasi buruk. Karena itu, turunnya nilai jual kembali Defender bukan hal yang mengejutkan bagi pembeli mobil bekas.

Land Cruiser lebih kuat saat kepemilikan diperpanjang

Toyota Land Cruiser justru terlihat lebih stabil ketika dibawa ke horizon kepemilikan yang lebih panjang. Dengan depresiasi 34,4% menurut ISeeCars, model ini berada jauh di bawah rata-rata kendaraan umum dan juga lebih baik daripada rata-rata SUV.

Selisih itu semakin terasa saat masa pakai melewati tujuh tahun. ISeeCars memperkirakan nilai Defender turun 69,2% pada titik tersebut, atau lebih buruk sekitar 13% dari rata-rata SUV dan 16,5% dari rata-rata kendaraan biasa.

Pada periode yang sama, Toyota Land Cruiser belum melewati ambang depresiasi 50%. Itu membuatnya jauh lebih tahan nilai dibanding rivalnya dari Land Rover, terutama bagi pembeli yang ingin menekan biaya kepemilikan jangka panjang.

Defender tetap punya alasan untuk dibeli

Meski angka depresiasinya kurang bersahabat, Defender tidak otomatis kehilangan daya tarik. Land Rover Defender 110 2025 tetap dipandang sebagai pilihan kuat untuk pembeli yang ingin menggabungkan kemewahan dengan kemampuan off-road.

Artinya, Defender masih relevan bagi konsumen yang lebih mengutamakan karakter berkendara dan citra merek. Namun, bagi yang sudah memikirkan skenario penjualan kembali, Land Cruiser memberi peluang yang jauh lebih baik untuk mempertahankan nilai uang yang dikeluarkan.

Berita Terkait