Pencabutan laporan dugaan penculikan tidak menghentikan pencarian terhadap atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay. Polres Metro Jakarta Pusat masih mendalami rangkaian peristiwa karena belum ada kepastian apakah terdapat tindak pidana.
Penyidik juga belum mengetahui keberadaan Jesslyn secara pasti. Sejumlah petunjuk mengarah pada kemungkinan ia berada di luar Jakarta, tetapi informasi tersebut masih harus diverifikasi.
Penyelidikan Tetap Berjalan
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyatakan pencabutan laporan tidak serta-merta menutup perkara. Kepolisian masih perlu mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk memastikan fakta yang terjadi.
“Namun kami dari Polres Jakpus belum menghentikan penyelidikan karena kita masih belum menemukan keterangan perkara yang sebenarnya terjadi apakah ada perbuatan pidana dalam perbuatan tersebut,” ujar Roby. Pernyataan itu disampaikan saat perkembangan penyelidikan dikonfirmasi pada Selasa, 21 Juli.
Laporan awal tercatat dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Pelapor berinisial NA, yang disebut sebagai rekan Jesslyn, mendatangi Polres Metro Jakarta Pusat untuk mencabut laporan pada Minggu, 19 Juli.
| Waktu | Lokasi atau Informasi | Perkembangan |
|---|---|---|
| 13 Juli 2026, sekitar 19.45 WIB | Restoran di Mangga Besar, Jakarta Pusat | Dilaporkan terjadi dugaan pembawaan paksa terhadap Jesslyn. |
| 14 Juli 2026 | Semarang dan Malaysia | Informasi perjalanan masih diperiksa penyidik. |
| 19 Juli | Polres Metro Jakarta Pusat | Pelapor mencabut laporan, sementara penyelidikan tetap berlangsung. |
Jejak Keberadaan Masih Didalami
Keluarga dan teman disebut tidak dapat menghubungi Jesslyn sejak peristiwa yang dilaporkan terjadi. Telepon seluler yang diduga digunakannya juga tidak dapat diakses.
Polisi telah memeriksa rekaman CCTV di sekitar restoran serta meminta keterangan sejumlah saksi. Penyidik juga memeriksa rumah Jesslyn dan meminta keterangan dari orang tuanya.
Ada informasi mengenai dugaan perjalanan Jesslyn menuju Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026. Kuasa hukum keluarga, Andi Darti, menegaskan informasi itu belum dapat dianggap pasti dan masih memerlukan verifikasi penyidik.
Perangkat telepon yang diduga milik Jesslyn sempat terdeteksi di kawasan Puri Jimbaran. Kepolisian belum memastikan hubungan temuan tersebut dengan keberadaan Jesslyn maupun dugaan penculikan.
Dugaan Peristiwa di Restoran
Menurut Andi Darti, Jesslyn berada di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar untuk menghadiri perayaan ulang tahun keluarga pada Senin, 13 Juli. Peristiwa itu disebut terjadi sesaat sebelum acara dimulai.
Keterangan saksi yang diterima pihak pelapor menyebut Jesslyn diduga ditutup matanya dan dibawa dua pria bertubuh besar ke mobil berwarna hitam. Ia disebut sempat berteriak meminta pertolongan di lokasi.
Jesslyn juga disebut berupaya keluar dari kendaraan tersebut. Namun, berdasarkan keterangan yang diterima keluarga, ia kembali dimasukkan ke dalam mobil sebelum kendaraan itu meninggalkan lokasi.
Dalam keterangan yang disampaikan kepolisian, Jesslyn disebut didatangi lima orang di restoran. Kelompok itu diduga membawa Jesslyn keluar dari tempat perayaan keluarga.
Pencarian dan pendalaman fakta akan terus dilakukan hingga gambaran peristiwa menjadi jelas. Hasil penyelidikan akan menentukan apakah kasus ini berkaitan dengan tindak pidana atau keputusan Jesslyn untuk pergi atas kemauannya sendiri.
Source: news.detik.com






