Laptop murah di pasar Indonesia makin sulit ditemukan, sementara harga kelas menengah hingga premium terus terdorong naik. Tekanan itu datang bersamaan dengan krisis chip memori global yang dipicu lonjakan kebutuhan pusat data AI, dan efeknya kini mulai terasa langsung di etalase toko ritel.
Di sejumlah pusat penjualan elektronik di Jakarta, perubahan harga disebut berlangsung cepat dan tidak merata. Pegawai toko di ITC Kuningan mengungkapkan kenaikan sudah terlihat sejak Maret hingga April 2026, dengan penyesuaian yang bahkan bisa terjadi dua minggu sekali.
Harga bergerak cepat di ritel
Dampaknya tidak hanya dirasakan pada HP, tetapi juga tablet, laptop, jam tangan pintar, hingga kartu memori. Menurut pegawai toko tersebut, faktor yang ikut memengaruhi pergerakan harga adalah dolar dan chipset AI, sehingga harga barang bisa berubah dalam waktu singkat.
Ia juga menyebut kenaikan pada produk tertentu cukup lebar. Untuk lini menengah seperti Redmi, harga dikabarkan naik sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, sedangkan seri flagship Xiaomi bisa terdorong naik sekitar Rp500 ribu dalam satu kali penyesuaian.
Keluhan serupa datang dari penjaga toko lain di lokasi yang sama. Ia menggambarkan kondisi pasar saat ini sebagai “parah naiknya” dan menyebut kenaikan terjadi baik pada barang baru maupun bekas.
Laptop dari kelas bawah sampai premium ikut terdorong
Tekanan harga juga terlihat jelas di Mal Ambassador, Jakarta Selatan. Sejumlah penjaga toko laptop mengatakan perangkat yang sebelumnya dijual di kisaran Rp7 juta hingga Rp8 juta kini sudah menyentuh Rp9 juta lebih.
Mereka menilai kenaikan itu belum berhenti dan masih berpotensi berlanjut dalam beberapa bulan ke depan. Bahkan, laptop murah yang beberapa bulan lalu masih bisa ditemukan di harga Rp5 jutaan kini disebut hampir hilang dari pilihan pasar.
Merek seperti Lenovo, Asus, dan HP disebut paling murah sekarang sudah berada di kisaran Rp7 jutaan. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga tidak lagi berhenti di segmen menengah, tetapi sudah mendorong titik masuk pasar laptop ke level yang lebih tinggi.
Segmen premium pun tidak luput dari kenaikan. Salah satu seri Asus Zenbook yang sebelumnya dijual sekitar Rp42 juta kini disebut telah mencapai Rp47 juta.
Perebutan chip memori makin mempersempit pasokan
Akar persoalan datang dari alokasi kapasitas chip global yang semakin banyak mengarah ke kebutuhan AI. Produsen chip disebut memindahkan kapasitas ke sektor AI yang menawarkan margin lebih tinggi, sehingga produksi chip konvensional untuk perangkat elektronik konsumen dan mobil ikut tersisih.
Di Amerika Serikat, sejumlah asosiasi industri sudah mengingatkan bahwa gangguan pasokan ini dapat memicu kenaikan harga yang signifikan dan bertahan dalam jangka pendek. Surat yang dikirim kelompok produsen mobil, peritel, dan perusahaan elektronik ke Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan AS menyebut kondisi itu sudah menjadi ancaman nyata bagi rantai pasok penting.
Kelompok yang menandatangani surat tersebut antara lain Alliance for Automotive Innovation, National Retail Federation, Medical Device Manufacturers Association, The Internet & Television Association, dan Telecommunications Industry Association. Mereka menilai konsumsi sebagian besar kapasitas chip memori oleh data center AI telah mendorong lonjakan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Reuters sebelumnya melaporkan pada Desember lalu bahwa kekurangan chip memori global yang akut membuat perusahaan AI dan elektronik konsumen berebut pasokan yang makin menipis. Pemerintah AS memang telah mengalokasikan miliaran dolar subsidi untuk mendorong produksi chip memori, termasuk di Micron, tetapi tekanan pasar masih kuat.
Dampaknya menjalar ke banyak produk
Kelompok pengusaha di AS menyebut kenaikan harga sudah terlihat pada berbagai produk elektronik konsumen dan teknologi informasi. Mereka juga menyoroti biaya yang jauh lebih tinggi untuk membangun, memelihara, dan meningkatkan infrastruktur internet serta telekomunikasi.
Risiko itu tidak berhenti di sektor elektronik. Otomotif, perangkat medis, dan barang manufaktur lain juga disebut ikut terkena imbas dari ketatnya pasokan chip memori.
Di sisi lain, pasar smartphone global juga sedang bergerak ke arah yang lebih lemah. Reuters pekan ini melaporkan pengiriman smartphone diproyeksikan turun 13,9% menjadi 1,08 miliar unit menurut Counterpoint Research, dan tekanan terbesar terjadi pada smartphone kelas bawah.
Produsen chip yang mengalihkan kapasitas ke chip terkait AI membuat pembuatan perangkat kelas bawah menjadi kurang ekonomis. Saat pasokan makin terbatas, pasar Indonesia mulai merasakan efeknya lewat harga yang terus naik di etalase toko.
Source: www.cnbcindonesia.com






