Inggris menegaskan langkah paling keras dalam pengendalian tembakau dengan mengesahkan aturan yang membuat siapa pun yang lahir setelah 2008 tak akan bisa membeli produk tembakau seumur hidup. Kebijakan ini langsung menempatkan Inggris sebagai salah satu negara dengan pembatasan rokok paling ketat karena modelnya tidak lagi sekadar membatasi usia minimum, melainkan mengunci akses berdasarkan generasi.
Aturan tersebut lahir melalui Tobacco and Vapes Bill yang sudah melewati House of Commons dan mendapat persetujuan House of Lords. Pemerintah Inggris melihat kebijakan ini sebagai strategi jangka panjang untuk menekan jumlah perokok dan mengurangi beban kesehatan yang timbul akibat tembakau.
Skema yang terus menggeser batas usia
Mulai 2027, usia legal untuk membeli tembakau akan naik satu tahun setiap tahun. Mekanisme ini membuat ambang pembelian tidak diam di satu batas usia, tetapi terus bergeser sehingga generasi yang lebih muda semakin jauh dari akses legal.
Dengan skema itu, orang yang lahir sejak 1 Januari 2009 tidak akan pernah mencapai usia legal untuk membeli rokok atau produk tembakau lainnya. Cara kerja inilah yang membuat kebijakan tersebut disebut sebagai konsep “generasi bebas rokok”.
Pemerintah Inggris memperkirakan dampaknya tidak kecil. Dalam proyeksi resmi, jumlah perokok di Inggris bisa berkurang lebih dari 1,7 juta pada 2075 jika aturan ini berjalan sesuai rencana.
Sasar penjual, bukan pembeli
Pendekatan yang dipakai Inggris menempatkan penjual sebagai pihak yang terikat hukum. Artinya, masyarakat tidak akan dikenai sanksi hanya karena membeli, memiliki, atau menggunakan produk tembakau.
Pemerintah menekankan bahwa kebijakan ini dirancang untuk mencegah penyakit yang sebenarnya bisa dihindari. Konsumsi tembakau dikaitkan dengan penyakit kronis dan disabilitas, sehingga larangan ini diposisikan sebagai intervensi kesehatan publik yang menyentuh akar persoalan.
Parliamentary Undersecretary of State Gillian Merron menyebut kebijakan tersebut sebagai “intervensi kesehatan masyarakat terbesar dalam satu generasi.” Sementara itu, Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting mengatakan aturan ini bertujuan melindungi anak-anak dari kecanduan nikotin dan dampak jangka panjangnya.
Vape dan nikotin ikut diperketat
Paket aturan baru tidak berhenti pada rokok konvensional. Pemerintah Inggris juga memperluas pengaturan terhadap vape dan produk nikotin lain, termasuk nicotine pouch, agar tidak dipasarkan secara menarik bagi anak-anak.
Sejumlah lokasi kini membatasi aktivitas vaping, seperti tempat bermain anak, kawasan luar sekolah, area sekitar rumah sakit, dan kendaraan yang membawa anak-anak. Meski begitu, vaping masih diperbolehkan di beberapa ruang terbuka tertentu, termasuk taman dan area luar pub.
Pemerintah juga tidak melarang merokok di dalam rumah pribadi. Di sisi lain, otoritas diberi kewenangan lebih luas untuk mengatur rasa, kemasan, dan pemasaran produk vape serta nikotin agar pengawasan bisa lebih ketat.
Dukungan publik cukup kuat
Di tengah perdebatan soal pembatasan tembakau, konsep generasi bebas rokok justru mendapat respons positif dari publik Inggris. Survei YouGov pada 2024 yang dilakukan untuk Action on Smoking and Health atau ASH menunjukkan 78 persen warga mendukung kebijakan itu.
Dukungan juga terlihat dari kalangan perokok, meski angkanya lebih rendah. Sebanyak 52 persen perokok menyatakan setuju terhadap kenaikan usia pembelian yang bergerak bertahap setiap tahun.
Bila ditarik ke peta politik, persetujuan terhadap aturan ini juga meluas lintas partai. Sebanyak 70 persen pemilih Partai Konservatif, 74 persen pemilih Partai Buruh, dan 75 persen pemilih Liberal Demokrat tercatat mendukung kebijakan tersebut.
Dengan pengesahan ini, Inggris mendorong arah baru dalam pengendalian tembakau yang lebih sistematis. Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat melahirkan generasi pertama yang benar-benar bebas dari asap rokok.
Source: www.beritasatu.com






