Latihan 30 Menit Sehari Bisa Jadi Bekal ke Olimpiade Internasional, Ini Syaratnya

Author: Redaksi Android62

Persiapan menuju olimpiade akademik internasional tidak selalu ditentukan oleh sesi belajar yang sangat panjang. Latihan rutin selama setengah jam hingga satu jam setiap hari dapat membantu siswa menjaga kemampuan dan membangun kesiapan secara bertahap.

Pola itu dijalankan Nathan Allan, siswa SMA Kolese Kanisius Jakarta yang dua kali menjadi delegasi Indonesia pada International Olympiad in Informatics atau IOI pada 2025 dan 2026. Ia memandang konsistensi sebagai unsur paling penting untuk menembus persaingan olimpiade tingkat dunia.

Kepada Kompas.com, Nathan menjelaskan bahwa sebagian besar persiapannya dilakukan mandiri. Ia membiasakan diri mengerjakan satu sampai dua soal pada waktu luang dan melihat kegiatan tersebut sebagai hobi, bukan kewajiban yang membebani.

“Cuman rutin aja (belajar). Dan menurut saya memang paling penting itu konsistensinya ya (dalam belajar),” kata Nathan. Untuk persiapan IOI, ia juga memanfaatkan bank soal, termasuk Codeforces, serta soal baru dari pembina Pelatnas dan Puspresnas.

Soal Sulit Bukan untuk Dihindari

Selain disiplin latihan, kemampuan menghadapi soal rumit menjadi bagian penting dalam pembinaan peserta olimpiade. Muhammad Zhafif, siswa SMAS Kharisma Bangsa, menilai siswa perlu berusaha menuntaskan soal sulit agar penguasaan materi berkembang lebih dalam.

Zhafif telah mempelajari banyak materi sebelum mengikuti Pelatnas. Bekal tersebut membuatnya dapat memanfaatkan pembinaan dengan lebih optimal karena sebagian besar materi yang disampaikan sudah pernah dipelajari.

Ia juga membiasakan diri mempelajari soal dari satu tingkat kompetisi di atas target yang sedang dikejar. Menurutnya, strategi itu dapat membuat tingkat soal yang menjadi sasaran terasa lebih mudah dihadapi.

Intensitas belajar Zhafif pernah mencapai 12 jam dalam sehari sebagai bagian dari persiapan pribadinya. Namun, fokus utamanya bukan sekadar menambah durasi, melainkan menguasai materi dan mengurai kesulitan yang muncul dalam soal.

Jalur Seleksi Menuju Delegasi Indonesia

Upaya belajar tersebut berlangsung di tengah jalur seleksi yang panjang dan bertahap. Siswa perlu lebih dulu mengikuti Olimpiade Sains Nasional atau OSN dari tingkat sekolah hingga nasional sebelum berpeluang masuk Pelatnas.

Tahap Peran dalam Seleksi
Tingkat sekolah Tahap awal seleksi OSN
Kabupaten atau kota Seleksi setelah tingkat sekolah
Provinsi Tahap menuju kompetisi nasional
Nasional Penentuan peraih medali OSN
Pelatnas Pembinaan bagi peraih medali nasional
Olimpiade internasional Diikuti empat siswa peringkat teratas sesuai bidang

Peraih medali OSN tingkat nasional dapat mengikuti Pelatnas sebagai tahap pembinaan berikutnya. Dari proses tersebut, empat siswa dengan peringkat tertinggi berpeluang menjadi wakil Indonesia sesuai bidang olimpiadenya.

Struktur seleksi itu menunjukkan bahwa persiapan tidak dapat dimulai hanya ketika lomba sudah dekat. Kebiasaan belajar yang teratur diperlukan sejak awal agar kemampuan siswa tetap terjaga pada setiap tingkat kompetisi.

Evaluasi Menjadi Bagian dari Persiapan

Zhafif juga membangun dua skenario saat berlatih, yakni membayangkan kondisi ketika mengerjakan soal dalam perlombaan dan kemungkinan mengalami kegagalan. Cara tersebut mendorongnya mengenali kekurangan yang perlu diperbaiki.

Persiapan menuju kompetisi internasional pada akhirnya memadukan penguasaan materi, ketahanan menghadapi soal sulit, dan evaluasi yang berulang. Durasi belajar dapat berbeda pada tiap siswa, tetapi latihan yang berkelanjutan menjadi bekal penting untuk melewati seleksi berjenjang.

Berita Terbaru