Layang-Layang Anak Gaza Naik Ke Puncak Everest, Membawa Duka Dan Harapan Mereka

Sebuah layang-layang kecil berwarna merah, hitam, putih, dan hijau kini ikut dibawa ke puncak Everest sebagai simbol harapan bagi anak-anak Gaza. Benda itu memuat tulisan tangan yang berasal dari anak-anak yang hidup di tengah perang, kehilangan, dan pengungsian.

Pendaki asal Palestina-Yordania, Mostafa Salameh, membawa layang-layang itu dalam ekspedisinya bukan untuk sekadar pelengkap pendakian. Ia menjadikannya cara untuk mengangkat suara anak-anak Gaza yang menurutnya tidak punya cukup ruang aman untuk bermimpi.

Salameh bertemu anak-anak itu di perbatasan Rafah setelah mereka menyeberang ke Mesir. Dari pertemuan itu, ia membawa pesan-pesan sederhana yang lahir dari pengalaman yang sangat berat, termasuk duka, perpindahan paksa, dan harapan untuk tetap bertahan.

Sebagian tulisan anak-anak itu berisi cita-cita yang tampak sangat jauh dari situasi mereka saat ini. Ada yang ingin menjadi dokter atau insinyur agar kelak bisa membantu membangun kembali rumah mereka yang hancur.

Ada pula pesan yang justru memperlihatkan betapa besar kehilangan yang mereka hadapi. Salah satu kisah yang paling menyentuh datang dari seorang gadis bernama Munira, yang meminta Salameh menuliskan angka 47 di layang-layang karena angka itu merujuk pada jumlah anggota keluarganya yang telah terbunuh.

Di balik simbol itu, perang di Gaza telah mengubah hampir seluruh kehidupan warganya. Konflik yang dipicu serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023 itu telah menewaskan lebih dari 72.000 orang di Gaza menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut yang berada di bawah otoritas Hamas.

Perang juga memaksa hampir seluruh penduduk Gaza mengungsi. Banyak wilayah pun berubah menjadi reruntuhan, sementara anak-anak menghadapi kondisi tanpa rumah, pendidikan, air bersih, makanan layak, dan obat-obatan yang memadai.

Bagi Salameh, pendakian ini harus memiliki dampak yang lebih luas dari sekadar keberhasilan pribadi. Pendaki berusia 56 tahun itu menargetkan penggalangan dana sebesar 10 juta dolar AS untuk Al-Khair Foundation yang berbasis di Inggris.

Lembaga tersebut menyediakan nutrisi, sanitasi, tempat tinggal, dan dukungan psikologis bagi warga Gaza. Karena itu, Everest ia jadikan panggung untuk membawa pesan kemanusiaan yang lebih besar ke perhatian dunia.

Salameh mengatakan layang-layang itu seolah ikut membawa mimpi anak-anak Gaza ke puncak dunia. Ia menilai simbol itu penting karena anak-anak di sana hampir tidak punya banyak pilihan untuk bersuara.

Perjalanan Salameh sendiri juga dibentuk oleh latar hidup yang panjang. Ia lahir di Kuwait dari orang tua Palestina dan dibesarkan di sebuah kamp pengungsi.

Pada 2004, saat bekerja di sebuah hotel di Edinburgh dan berkarier di bidang perhotelan, ia mengalami mimpi yang mengubah arah hidupnya. Dalam mimpi itu, ia berdiri di puncak Everest sambil melantunkan azan, lalu mulai serius mengejar dunia pendakian.

Ia pertama kali mencoba menaklukkan Everest setahun kemudian saat berusia 35 tahun. Namun, ia baru berhasil mencapai puncak pada percobaan ketiga di 2008.

Setelah itu, Salameh menyelesaikan Explorer’s Grand Slam, tantangan yang mencakup pendakian puncak tertinggi di setiap benua serta bermain ski ke Kutub Utara dan Kutub Selatan. Sejumlah ekspedisinya sebelumnya juga dikaitkan dengan tujuan kemanusiaan, termasuk penggalangan dana untuk Suriah, anak-anak tunanetra, dan pasien kanker.

Meski sempat berjanji tidak akan kembali ke Everest, perang di Gaza membuatnya ingin mendaki lagi. Setelah sembilan bulan persiapan, ia berharap ekspedisi ini memberi dampak simbolis sekaligus nyata sebelum musim pendakian musim semi berakhir dalam beberapa pekan ke depan.

Salameh juga merasa terhubung dengan penderitaan anak-anak Gaza karena ia adalah orang Yordania dengan keluarga dari Palestina. Di tengah pendakian dan misi kemanusiaan itu, ia masih menyimpan harapan yang lebih besar untuk tanah asal keluarganya.

“Impian saya adalah melihat Palestina merdeka suatu hari nanti dan kami bisa pergi berkunjung,” katanya.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer