Leapmotor menyiapkan langkah yang lebih berani dengan membangun merek kedua untuk masuk ke kelas harga yang jauh lebih tinggi. Sasaran utamanya adalah mobil dengan banderol di atas 300.000 yuan, atau sekitar 44.050 dolar AS, jauh melampaui rentang harga model Leapmotor yang selama ini dijual.
Rencana ini menandai upaya perusahaan untuk keluar dari citra sebagai pemain mobil listrik terjangkau. Selama ini, Leapmotor dikenal tumbuh lewat model-model murah, tetapi kini perusahaan ingin menjaga pijakan di pasar massal sambil membuka jalur baru di segmen premium.
Wakil Presiden Leapmotor, Li Tengfei, menyebut produk dari merek baru itu sudah dapat debut pada akhir tahun ini. Setelah itu, peluncuran resmi model-modelnya diperkirakan menyusul pada pertengahan atau paruh kedua tahun depan.
Brand baru akan dipisahkan penuh
Laporan LatePost pada 27 April menyebut merek kedua tersebut akan berdiri sebagai brand independen. Pemisahan ini tidak hanya berlaku pada produk, tetapi juga pada saluran penjualan.
Menurut laporan itu, Leapmotor akan membangun jaringan penjualan yang sepenuhnya terpisah untuk merek baru tersebut. Langkah itu menunjukkan bahwa merek kedua tidak dimaksudkan sebagai sekadar varian tambahan dari lini yang sudah ada.
Pendekatan semacam ini memberi ruang bagi identitas yang lebih jelas di kelas harga yang lebih tinggi. Di saat yang sama, Leapmotor tetap bisa mempertahankan karakter utamanya di segmen yang lebih terjangkau.
Masih tumbuh, meski tekanan laba terlihat
Ekspansi ke kelas premium hadir ketika kinerja bisnis Leapmotor masih bergerak naik. Pada kuartal pertama, perusahaan mencatat pendapatan 10,82 miliar yuan, naik 8,0% secara tahunan, dan menjadi capaian kuartal pertama terbaik dalam sejarah perusahaan.
Namun, pertumbuhan pendapatan itu belum sepenuhnya diikuti perbaikan profitabilitas. Margin kotor turun menjadi 9,4% dari 14,9% pada periode yang sama tahun sebelumnya, sementara kerugian bersih melebar menjadi 390 juta yuan dari 130 juta yuan.
Dari sisi pengiriman, Leapmotor mencatat 110.155 kendaraan pada kuartal pertama. Angka itu naik 25,8% dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi turun 45,21% dari kuartal keempat tahun lalu.
Ekspor ikut menjadi penopang
Pengiriman luar negeri menjadi salah satu mesin pertumbuhan yang penting bagi Leapmotor. Sepanjang kuartal pertama, perusahaan membukukan rekor pengiriman ekspor sebanyak 40.901 unit.
Momentum itu berlanjut pada April. Leapmotor mencatat pengiriman bulanan tertinggi sebanyak 71.387 kendaraan, dengan ekspor luar negeri mencapai 14.225 unit.
Dengan kombinasi pertumbuhan penjualan dan ekspansi ekspor, Leapmotor terlihat ingin memperluas skala bisnisnya lebih jauh. Merek kedua pun diposisikan sebagai alat untuk naik kelas tanpa melepaskan basis kuat di pasar mobil listrik terjangkau yang selama ini menopang perusahaan.
Source: cnevpost.com