Leapmotor akan langsung masuk ke pasar Indonesia dengan dukungan produksi lokal sejak awal kehadirannya. Pabrikan asal China itu disiapkan untuk dirakit secara CKD di Purwakarta, Jawa Barat, sehingga unitnya tidak hanya hadir di panggung pameran, tetapi juga sudah diarahkan untuk suplai ke konsumen.
Langkah tersebut membuat Leapmotor tampil dengan pendekatan yang lebih agresif saat debut di GIIAS 2026. Di saat merek baru lain biasanya masih fokus memperkenalkan nama dan produk, Leapmotor justru sudah menyiapkan fasilitas produksi di dalam negeri sebelum peluncuran berlangsung.
Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw mengatakan persiapan produksi sudah berjalan dan kini memasuki tahap uji coba. Ia juga menegaskan bahwa saat GIIAS 2026 digelar pada 30 Juli, produksi lokal sudah bisa berjalan dan unit sudah dapat disuplai ke konsumen.
“Jadi kami langsung CKD di pabrik Purwakarta,” kata Tan di Jakarta, Selasa (5/5). Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Leapmotor tidak disiapkan sekadar sebagai peserta baru di pasar otomotif Indonesia, melainkan sebagai merek yang sejak awal dibangun dengan rantai pasok lokal.
B10 jadi model pembuka
Model pertama yang akan dibawa ke Indonesia adalah Leapmotor B10. Tan menyebut pilihan itu dibuat karena karakter B10 dinilai cocok dengan kebutuhan pasar otomotif dalam negeri.
Selain itu, B10 sudah membawa bekal sebagai model global. Mobil ini telah menggunakan setir kanan dan lebih dulu dipasarkan di berbagai wilayah, termasuk Eropa, Australia, Amerika Latin, serta sejumlah negara di Asia.
Posisi tersebut membuat B10 tidak datang sebagai produk yang benar-benar asing bagi pasar internasional. Konsumen Indonesia nantinya akan berhadapan dengan model yang sudah lebih dulu berjalan di pasar lain, bukan kendaraan yang baru dibuat khusus untuk satu negara.
Spesifikasi Leapmotor B10
B10 hadir sebagai SUV listrik kompak lima penumpang. Mobil ini memiliki panjang sekitar 4.515 mm dan wheelbase 2.735 mm, serta dibangun di atas platform Leap 3.5.
Leapmotor membekali B10 dengan dua pilihan baterai, yakni 56,2 kWh dan 67,1 kWh. Tenaga motor listriknya berada di kisaran 132 kW hingga 160 kW, sedangkan jarak tempuhnya diklaim lebih dari 500 kilometer dalam uji NEDC.
Rincian Leapmotor B10
| Keterangan | Data |
|---|---|
| Tipe | SUV listrik kompak, 5 penumpang |
| Panjang | Sekitar 4.515 mm |
| Wheelbase | 2.735 mm |
| Platform | Leap 3.5 |
| Baterai | 56,2 kWh / 67,1 kWh |
| Tenaga motor | 132 kW – 160 kW |
| Jarak tempuh | Lebih dari 500 km NEDC |
Kehadiran B10 juga menempatkan Leapmotor di segmen B SUV listrik yang sudah mulai ramai di Indonesia. Di kelas ini, sudah ada Geely EX 5 dan MG S5 EV yang lebih dulu mengisi pasar.
Dengan kombinasi perakitan lokal, status model global, dan jadwal debut yang dikaitkan dengan GIIAS 2026, Leapmotor tampak menyiapkan posisi yang cukup serius. Produksi di Purwakarta yang sudah masuk tahap uji coba menjadi penanda bahwa merek ini memang diarahkan untuk langsung bergerak dari peluncuran menuju suplai unit ke konsumen.
Source: www.cnnindonesia.com