Lebih dari 50 unit kendaraan dari berbagai komunitas otomotif berkumpul di Pantai Ketawang, Kecamatan Grabag, Purworejo, dalam gelaran campervan perdana yang digelar Komunitas Suzuki Katana Jimny Indonesia atau SKIn Pengurus Daerah Jawa Tengah. Sekitar 100 peserta hadir dalam kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang pertemuan anggota, tetapi juga ruang silaturahmi lintas komunitas yang membawa minat serupa terhadap perjalanan dan wisata alam.
Kehadiran banyak kendaraan itu sekaligus menandai arah baru kegiatan komunitas yang kini makin akrab dengan konsep campervan. Format ini dipilih karena dinilai lebih sesuai dengan minat anggota, terutama ketika wisata kemping dan perjalanan bernuansa alam semakin diminati dibanding kegiatan offroad yang sebelumnya lebih dominan.
Pantai Ketawang jadi lokasi pengenalan wisata
Pemilihan Pantai Ketawang bukan tanpa alasan. Koordinator event, Anggit Wahyu Nugroho, menyebut lokasi tersebut dipilih untuk memperkenalkan destinasi itu kepada anggota SKIn Jawa Tengah sekaligus menunjukkan bahwa kawasan pantai di Purworejo punya potensi sebagai tempat kemping.
Kegiatan ini juga diposisikan sebagai bagian dari promosi wisata kemping di Jawa Tengah. Melalui agenda tersebut, Panitia berharap nama Purworejo bisa semakin dikenal sebagai tujuan singgah bagi komunitas otomotif yang menyukai perjalanan dan aktivitas luar ruang.
Campervan perdana di Jawa Tengah
Ketua SKIn Pengurus Jawa Tengah, Josep Tahtaraharja, menyampaikan bahwa kegiatan di Pantai Ketawang menjadi penyelenggaraan perdana campervan di Jawa Tengah. Ia menilai respons anggota terhadap format ini terus meningkat, sehingga kegiatan serupa tidak akan berhenti di Purworejo saja.
Menurut Josep, campervan akan digelar berseri di chapter lain. Perubahan arah kegiatan itu menunjukkan penyesuaian komunitas terhadap minat anggota yang kini lebih tertarik pada pengalaman berkumpul, bermalam, dan menikmati alam dalam satu rangkaian kegiatan.
Silaturahmi lintas komunitas di ruang terbuka
Selain diikuti anggota SKIn, acara ini juga menghadirkan peserta dari berbagai komunitas lain. Nama-nama seperti Campervan Indonesia, Boyolali Jip Adventure, Jip Adventure Indonesia, Jimny Jangkrik Jogja, Ford Everest Comunity Indonesia, dan Purworejo 4WD ikut meramaikan kegiatan tersebut.
Kehadiran lintas komunitas membuat acara berkembang menjadi ajang pertemuan yang lebih luas. Interaksi antarpeserta membuka ruang jejaring baru di luar komunitas asal masing-masing, sekaligus memperkuat hubungan di kalangan penggemar otomotif yang memiliki ketertarikan pada wisata alam.
Dorongan untuk anggota yang sempat vakum
Panitia juga berharap kegiatan ini dapat membantu menghidupkan kembali anggota SKIn yang sempat vakum dari aktivitas komunitas. Dengan suasana santai di lokasi wisata, peserta mendapat kesempatan mempererat kedekatan tanpa suasana forum organisasi yang formal.
Format campervan memberi ruang bagi hubungan antarpeserta tumbuh secara alami. Obrolan, aktivitas bersama, dan pengalaman bermalam di lokasi yang sama menjadikan kegiatan ini bukan sekadar pertemuan kendaraan, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas internal.
Wisata kemping makin relevan bagi komunitas otomotif
Model kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa nomadic tourism semakin mendapat tempat di kalangan pecinta otomotif. Perjalanan, kebersamaan, dan eksplorasi destinasi berpadu dalam satu aktivitas yang dinilai cocok bagi komunitas yang ingin merasakan pengalaman berbeda.
Melalui seri kegiatan yang direncanakan di beberapa chapter, SKIn Jawa Tengah ingin menjaga minat anggota tetap hidup sambil mendukung promosi destinasi kemping di wilayahnya. Pantai Ketawang pun menjadi pembuka dari upaya menghubungkan hobi otomotif dengan potensi wisata pesisir yang terus diperkenalkan kepada publik komunitas.
