Ledakan di stasiun distribusi gas Barzan, kawasan industri Ras Laffan, Qatar, menewaskan 13 orang dan melukai 66 karyawan lainnya. Menteri Energi Qatar Saad bin Sherida Al Kaabi menyebut sebagian besar korban tewas berasal dari India dan Pakistan.
Korban luka dalam insiden itu juga mencakup warga Qatar, Asia, dan Afrika. Al Kaabi mengatakan kondisi para korban luka tidak terlalu mengkhawatirkan dan sebagian besar sudah mendapat perawatan di rumah sakit.
Fasilitas baru dibuka kembali sebelum ledakan
Al Kaabi mengungkapkan bahwa pabrik gas Barzan sempat ditutup sepenuhnya sejak Desember 2025. Fasilitas itu baru dibuka kembali dua hari sebelum ledakan terjadi.
Informasi tersebut menunjukkan bahwa stasiun distribusi gas itu baru saja kembali beroperasi ketika insiden teknis terjadi. Hingga kini, otoritas Qatar masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan dan langkah pemulihan yang diperlukan.
Penyebab awal masih ditelusuri
Menurut laporan awal yang disampaikan menteri dalam negeri Qatar, ledakan itu merupakan ledakan internal di fasilitas Barzan. Laporan awal juga menyebut insiden tersebut dipicu masalah teknis dan menyebabkan beberapa orang terluka.
Al Kaabi kemudian menegaskan bahwa ledakan itu tidak terkait dengan aksi militer atau sabotase. Pernyataan ini disampaikan untuk meredakan spekulasi di tengah besarnya perhatian publik terhadap fasilitas energi Qatar.
Operasional dan lingkungan tidak terdampak luas
Pemerintah Qatar menyampaikan bahwa ledakan tidak berdampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu, insiden tersebut juga tidak memengaruhi volume ekspor maupun pasokan gas dalam negeri.
Meski demikian, jadwal pemulihan operasi fasilitas belum bisa dipastikan. Penilaian kerusakan secara menyeluruh masih harus dilakukan sebelum fasilitas itu dapat kembali beroperasi normal.
Source: www.viva.co.id






