Zonsen Lemi 125 langsung mencuri perhatian bukan karena tenaga besar atau teknologi yang rumit, melainkan karena keberaniannya memadukan bentuk chopper dengan kepraktisan skutik. Motor ini bahkan tampil seperti hasil kustom, padahal di balik tampilannya tetap ada transmisi CVT yang membuatnya mudah dipakai harian.
Di pasar Tiongkok, Zonsen memasarkan Lemi 125 dengan harga 10.699 Yuan atau sekitar Rp 27,1 jutaan. Posisi harga itu menempatkannya di ceruk motor 125cc yang tidak biasa, karena tawaran utamanya bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga gaya visual yang sangat kuat.
Tampilan yang sengaja dibuat berbeda
Secara proporsi, Lemi 125 dirancang panjang dengan jok rendah dan setang tinggi. Kombinasi ini menghasilkan siluet yang sangat dekat dengan motor cruiser mini, lalu diperkuat lagi oleh bagian depan yang bersih dan bodi yang ramping.
Zonsen juga memberi sentuhan visual yang membuat motor ini terasa seperti motor konsep yang dijual massal. Garpu depan ditutup cover, sementara bentuk tangkinya dibuat melengkung agar kesan chopper futuristis semakin menonjol.
Dimensi motor ini tercatat 2.150 x 820 x 1.190 mm dengan wheelbase 1.453 mm. Tinggi joknya 690 mm dan bobotnya 119 kilogram, sehingga karakter visualnya memang dibuat untuk tampil beda tanpa kehilangan sisi fungsional.
Mesin kecil, karakter santai
Di balik tampilan nyentrik itu, Lemi 125 memakai mesin 1 silinder 124cc berpendingin cairan. Tenaganya diklaim 11 hp pada 8.000 rpm dengan torsi 11,5 Nm pada 6.000 rpm.
Karakter mesin tersebut jelas diarahkan untuk kebutuhan berkendara santai. Kecepatan maksimumnya diklaim 92 km/jam, angka yang masih relevan untuk mobilitas dalam kota.
Transmisi CVT juga menjadi salah satu alasan motor ini tetap praktis. Dengan sistem itu, pengendara tidak perlu berpindah gigi sama sekali, sehingga nuansa chopper yang biasanya terasa berat justru dikemas lebih ramah untuk penggunaan harian.
Kaki-kaki dan fitur keamanan
Untuk menopang desainnya, Lemi 125 memakai suspensi teleskopik di depan dan dual shock dengan posisi rebah di belakang. Di bagian roda, velg depan berukuran 17 inci, sedangkan belakang 14 inci dengan ban belakang 140 mm.
Pengeremannya sudah menggunakan cakram depan-belakang. Zonsen juga membekali motor ini dengan ABS Dual-Channel dan TCS atau kontrol traksi, dua fitur yang membuat paket teknisnya terasa lebih modern dari tampilannya.
Perlengkapan modern di balik gaya retro-futuristis
Walau bentuknya membawa aura custom, Lemi 125 tidak meninggalkan perlengkapan harian yang modern. Panel instrumennya sudah LCD full-digital berwarna dan seluruh pencahayaan memakai full LED.
Motor ini juga dibekali konektivitas ponsel lewat sistem T-BOX. Selain itu, tersedia dua port USB Type-A untuk mendukung pengisian daya saat berkendara.
Kombinasi itu membuat Lemi 125 tidak berhenti pada urusan gaya semata. Zonsen tampaknya memang ingin menempatkan motor ini sebagai skutik bergaya cruiser yang tetap siap dipakai setiap hari.
Berada di ceruk motor unik 125cc
Di kelas 125cc, Lemi 125 masuk ke segmen yang sangat spesifik karena menggabungkan desain ekstrem dan kepraktisan skutik. Salah satu pembanding yang relevan adalah Keeway Gleiten 125 yang pernah hadir di Indonesia sebagai chopper matik.
Keduanya sama-sama memakai konsep skutik bergaya cruiser, tetapi arah tampilannya berbeda. Gleiten 125 lebih klasik dan tradisional, sedangkan Lemi 125 terasa lebih modern dan nyeleneh, seolah membawa bahasa desain motor konsep ke produk yang dijual umum.
Keeway Gleiten 125 sendiri memakai mesin 1 silinder 125cc berpendingin udara dan transmisi otomatis CVT. Saat dipasarkan di Indonesia, harganya berada di kisaran Rp 20–25 jutaan, sehingga Lemi 125 hadir sebagai alternatif lain dengan pendekatan visual yang jauh lebih ekstrem.
Source: ridertua.com