Lenovo mencoba menghadirkan perangkat anak yang tidak sekadar dipakai untuk komunikasi, tetapi juga untuk pengawasan dan belajar. Lewat Lenovo AI Companion Device, perusahaan ini menggabungkan tombol SOS, pelacakan lokasi real-time, dan fitur AI edukatif dalam satu perangkat ringkas.
Pendekatan ini membuat posisinya berbeda dari smartwatch anak maupun smartphone biasa. Lenovo menempatkannya sebagai perangkat perantara yang tetap bisa dipakai anak untuk berinteraksi, tetapi tanpa kerumitan ponsel pintar penuh.
Keamanan jadi fokus utama
Di bagian depan perangkat, Lenovo menaruh dua tombol fisik khusus. Satu tombol dipakai untuk mengaktifkan asisten AI, sementara tombol lainnya berfungsi sebagai SOS untuk keadaan darurat.
Sistem pelacakan lokasinya juga dibuat agresif untuk kebutuhan pemantauan anak. Orang tua dapat melihat posisi anak secara real-time, lalu memeriksa riwayat perjalanannya melalui aplikasi pendamping yang terhubung.
Lenovo juga menambahkan fitur electronic safety fence atau pagar virtual. Orang tua bisa menentukan area aman seperti rumah atau sekolah, lalu sistem akan memberi notifikasi otomatis ketika anak keluar dari zona tersebut.
Melalui aplikasi yang sama, pengaturan lain juga bisa dibatasi. Orang tua dapat mengatur aplikasi yang boleh dipasang, durasi layar, pemblokiran nomor asing, hingga menonaktifkan fitur tertentu saat jam sekolah.
Bukan hanya untuk diawasi, tetapi juga untuk belajar
Di sisi penggunaan harian, Lenovo AI Companion Device membawa fungsi AI multimodal. Anak bisa memakai kamera untuk mengenali objek di sekitar, mulai dari tanaman, hewan, sampai benda sehari-hari yang belum dikenal.
AI di perangkat ini juga dirancang seperti chatbot. Fungsinya mencakup menjawab pertanyaan umum, membantu pekerjaan rumah, menyediakan kamus, serta materi bilingual untuk mendukung proses belajar.
Untuk komunikasi, Lenovo menanamkan kamera 5 MP pada modul engsel putar. Kamera ini bisa dipakai untuk foto maupun panggilan video, sehingga perangkat tetap mendukung interaksi dasar tanpa menghilangkan fokus utamanya pada keamanan dan pendidikan.
Ukuran kecil, spesifikasi sederhana
Secara fisik, perangkat ini dibuat mungil agar mudah dibawa anak-anak. Di bagian depan terdapat layar sentuh HD 2 inci yang dilapisi Panda Glass untuk membantu daya tahan penggunaan harian.
Di dalamnya, Lenovo membekali perangkat ini dengan RAM 2 GB dan penyimpanan internal 16 GB. Sistem operasinya berbasis Android, sehingga perangkat mendukung pemasangan aplikasi tambahan.
Dalam materi promosinya, Lenovo menampilkan dukungan untuk aplikasi populer di China seperti WeChat, QQ, DeepSeek, kamus digital, dan platform pembelajaran online. Perangkat ini juga mendukung WiFi, Bluetooth, dan jaringan 4G LTE melalui slot kartu SIM.
Dukungan konektivitas itu membuat anak tetap bisa melakukan panggilan suara, video call, dan mengakses layanan AI saat berada di luar rumah. Lenovo juga menambahkan pengisian daya magnetik, antarmuka yang bisa dikustomisasi, dan pengingat harian seperti jadwal minum air, bangun tidur, atau aktivitas rutin lain.
Harga dan ketersediaan
Di China, Lenovo AI Companion Device dijual dengan harga 599 yuan atau sekitar Rp 1,6 jutaan. Lenovo belum mengungkap apakah perangkat ini akan dipasarkan ke negara lain.
Selain fungsi komunikasi dan belajar, perangkat ini juga mendukung pembayaran digital dengan batas pengeluaran yang bisa diatur orang tua. Setiap transaksi yang dilakukan anak akan langsung memunculkan pemberitahuan ke ponsel orang tua.
Source: tekno.kompas.com