Lenovo mendorong adopsi AI di lingkungan enterprise dengan pendekatan yang lebih menyatu, mulai dari perangkat, infrastruktur, perangkat lunak, hingga layanan. Melalui Lenovo Tech Day 2026, perusahaan menampilkan ekosistem yang dirancang agar organisasi tidak perlu merangkai solusi secara terpisah saat mulai menerapkan AI.
Pendekatan itu menjadi relevan karena banyak perusahaan sudah bergerak dari tahap eksplorasi ke implementasi, tetapi masih harus menghadapi persoalan keamanan data, integrasi sistem, dan kesiapan infrastruktur. Lenovo mencoba menjawab kebutuhan tersebut dengan portofolio yang disebut lebih mudah dipakai, aman, dan dapat tumbuh mengikuti kebutuhan bisnis.
Fokus ke nilai bisnis, bukan sekadar teknologi
Budi Janto, President Director Lenovo Indonesia, menekankan bahwa ekosistem terintegrasi ini membantu pelanggan mengadopsi AI dengan lebih percaya diri. Menurut dia, arah tersebut ditujukan untuk menciptakan nilai bisnis yang nyata serta fondasi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.
Hal itu sejalan dengan visi Smarter AI for All yang selama ini diusung Lenovo. Fokusnya bukan hanya pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada dampaknya terhadap produktivitas dan efisiensi operasional di perusahaan.
Perangkat kerja dan asisten AI untuk produktivitas
Di lingkungan kerja, Lenovo menggabungkan perangkat keras berperforma tinggi dengan software berbasis AI untuk mendukung workflow, kolaborasi, dan otomatisasi pekerjaan harian. Salah satu yang ditampilkan adalah AI Now, asisten AI yang dirancang memberi pengalaman komputasi lebih personal dan produktif.
Solusi tersebut juga disiapkan untuk mendukung pola kerja hybrid yang kini semakin umum di berbagai organisasi. Untuk mendukungnya, Lenovo menampilkan perangkat enterprise seperti ThinkPad T14 Gen 6 dan ThinkSmart One Pro yang diklaim memadukan performa tinggi, mobilitas, keamanan, dan keandalan.
Dorongan ke manufaktur dan pendidikan
Lenovo juga memperlihatkan penggunaan AI di sektor industri melalui konsep smart manufacturing. Dalam skenario ini, AI dipadukan dengan computer vision, edge computing, dan intelligent infrastructure untuk membantu manufaktur meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat pengambilan keputusan.
Teknologi tersebut memungkinkan quality control berjalan otomatis dan real-time. AI juga dapat dipakai untuk mengoptimalkan gudang, rantai pasok, serta analisis data visual dalam jumlah besar yang sebelumnya memerlukan lebih banyak waktu dan sumber daya.
Pada demonstrasi Lenovo Tech Day 2026, perusahaan memperlihatkan Robotic Inspection Solution untuk inspeksi otomatis berbasis AI, Miniature Smart Warehouse Solution untuk simulasi gudang pintar, serta Computer Vision dan Edge Computing yang memakai ekosistem ThinkEdge.
Di sektor pendidikan, Lenovo membawa pendekatan AI driven education untuk mendukung transformasi pembelajaran. Melalui konsep Smart Classroom, perusahaan mengintegrasikan AI, intelligent collaboration, dan device management agar institusi dapat memahami pola belajar siswa dan meningkatkan keterlibatan peserta didik.
Untuk kebutuhan itu, Lenovo menghadirkan ThinkSmart Hub 2, ThinkSmart Cam, jajaran ThinkPad terbaru, hingga monitor ThinkVision 27 3D. Perangkat tersebut ditujukan untuk mendukung visualisasi dan collaborative workspace modern di lingkungan belajar.
Keamanan tetap ditempatkan sebagai fondasi
Di tengah perluasan adopsi AI, Lenovo menempatkan keamanan data sebagai fokus utama. Perusahaan mengusung pendekatan keamanan end-to-end melalui kombinasi perangkat enterprise, infrastruktur, dan layanan pendukung untuk menjaga data serta kontinuitas operasional organisasi.
Seluruh portofolio enterprise Lenovo disebut memiliki standar durabilitas military-grade dan didukung Lenovo Premier Support. Lenovo juga menghadirkan ThinkShield sebagai solusi keamanan terintegrasi yang mencakup perlindungan perangkat, pengelolaan, deployment, dukungan teknis, hingga keamanan rantai pasok.
Budi Janto menegaskan bahwa nilai AI tidak hanya ditentukan oleh teknologinya. Ia menilai nilai itu terlihat dari dampak yang dihasilkan bagi organisasi, termasuk peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan peluang inovasi baru melalui penerapan AI yang sesuai kebutuhan bisnis.
