Video yang menampilkan banyak tangan seolah-olah muncul dari tanah di Sudan bukan bukti orang dikubur hidup-hidup. Sejumlah pemeriksaan visual dan alat deteksi konten justru menunjukkan pola yang konsisten dengan video buatan AI.
Pola itu terlihat dari bentuk tangan yang cacat, jumlah jari yang tidak wajar, serta audio yang tidak selaras dengan klaim yang menyertainya. Jejak unggahan yang lebih awal juga memperkuat bahwa video tersebut lebih dekat ke konten generatif daripada rekaman peristiwa nyata.
Jejak unggahan lebih awal tidak mengarah ke Sudan
Klaim tentang video itu menyebar lewat unggahan di X oleh @FatimaPTI_IK pada 22 Juni 2026. Keterangan berbahasa Urdu yang menyertainya menyebut orang-orang di Sudan dikubur hidup-hidup dengan tangan masih terlihat di permukaan tanah, lalu mengaitkannya dengan Dubai.
Namun, penelusuran terhadap video yang sama menemukan versi lebih awal di Facebook. Salinan yang terlihat paling awal diposting anonim di grup Crazed AI pada 26 Februari 2026, dan keterangan maupun audionya tidak menyebut Sudan.
Alat deteksi dan ciri visual sama-sama mengarah ke AI
Hive Moderation menilai video itu 81,6% kemungkinan besar dibuat dengan AI. Lead Stories juga mencatat banyak tangan di dalam video tampak rusak, termasuk bentuk yang tidak wajar dan jumlah jari yang kurang atau lebih dari lima.
Pada salinan yang beredar di Facebook, gejala itu terlihat lebih jelas karena tampilannya lebih jernih dan kurang berbutir. Banyak tangan tampak memiliki anatomi yang tidak konsisten, ciri yang kerap muncul pada konten generatif.
Audio yang beredar tidak mendukung narasi pembantaian
Suara dalam versi Facebook berisi percakapan bahasa Inggris dengan aksen. Narasi itu menggambarkan adegan tersebut sebagai sesuatu seperti ritual, bukan peristiwa pembantaian atau kuburan massal.
Ketidaksesuaian antara audio dan visual juga tampak pada beberapa salinan lain. Di satu video bertanggal 22 Februari 2026, hanya deretan tangan kanan yang terlihat di atas tanah, sementara dialognya menyebut lebih dari 500 orang mengikuti sebuah upacara dan tangan-tangan itu dibiarkan sampai sore untuk berkah.
Pola konten serupa sudah muncul di akun lain
Lead Stories menemukan akun Facebook dari Nigeria bernama HD Hausa yang saat itu aktif mengunggah banyak reel AI serupa. Walau video yang dipersoalkan tidak muncul di reel publik yang terlihat, kemiripannya sangat menonjol.
Sejak pertengahan Februari 2026, akun itu mengunggah adegan penguburan massal palsu dengan bagian tubuh yang sengaja dibiarkan terlihat. Dalam beberapa video, hanya kepala yang tampak di atas tanah, sementara video lain hanya menampilkan kaki, tangan, atau lengan.
Beberapa unggahan juga menampilkan skenario genosida palsu. Ada adegan truk membawa orang-orang yang ditahan, dan ada pula tentara bersenjata yang memaksa warga bertutup mata berlutut di dekat lubang.
Bantahan dari pemeriksa fakta sudah muncul lebih dulu
Video AI ini juga sudah dibongkar pada awal Maret 2026 oleh pemeriksa fakta Brasil dari agencialupa.org dan boatos.org. Saat itu, klaim yang beredar menyebut orang dalam video adalah umat Kristiani yang dianiaya di Sudan atau Mozambik.
Seorang penilai dari Hive Moderation bahkan memberi video bertanggal 1 Maret 2026 itu kemungkinan 99,5% dibuat oleh AI. Dalam salinan tersebut, tangan dan lengan terlihat terpelintir seperti bagian boneka karet yang bisa dipose, sementara percakapannya memakai aksen Amerika yang terasa tidak alami untuk konteks klaim yang beredar.
Rangkaian temuan itu menunjukkan video tersebut tidak punya dasar sebagai bukti orang yang dikubur hidup-hidup di Sudan. Jejak unggahan awal, hasil deteksi AI, dan bentuk tangan yang cacat sama-sama menguatkan bahwa konten itu merupakan rekayasa visual.
