Lenovo Ingatkan Harga Memori Bisa Mahal Sampai 2030, Era Murah Sudah Lewat

Author: Redaksi Android62

Lenovo menilai harga memori yang lebih tinggi bukan lagi gangguan sementara, melainkan kondisi baru yang bisa bertahan hingga 2030 bahkan lebih lama. Peringatan ini menyorot perubahan besar di pasar komponen penting untuk perangkat digital sehari-hari.

Tekanan paling terasa datang dari lonjakan permintaan yang didorong kebutuhan AI. Infrastruktur AI memerlukan memori dalam jumlah besar, termasuk kategori berperforma tinggi yang kini diperebutkan banyak industri.

Pasokan makin ketat, pabrik baru belum cukup cepat

Lenovo menyampaikan pandangan itu dalam konferensi ISC 2026 di Jerman. Perusahaan menyebut kenaikan harga komponen memori terjadi tajam dari akhir kuartal ketiga ke awal kuartal keempat 2025.

Masalah utamanya bukan sekadar naik-turun harga biasa, melainkan ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan. Produsen memori kini lebih fokus pada segmen yang paling dibutuhkan dan paling menguntungkan, sehingga pasokan DRAM dan NAND kelas konsumen ikut mengetat.

Komponen Dampak Utama Situasi Saat Ini
DRAM Harga cenderung lebih tinggi Pasokan konsumen makin ketat
NAND flash Biaya perangkat penyimpanan naik Terdampak perebutan pasokan industri
Memori berperforma tinggi Menjadi rebutan untuk AI Memprioritaskan kebutuhan pusat data dan AI

Di sisi produksi, pabrik wafer baru memang terus dipercepat. Namun, pembangunan fasilitas seperti itu memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum benar-benar menambah pasokan ke pasar dalam skala berarti.

Itu sebabnya Lenovo menilai pasar kecil kemungkinan kembali ke kondisi harga murah seperti awal 2025. Selama permintaan AI terus melaju, tekanan pada komponen dasar seperti DRAM dan NAND masih sulit mereda.

Efeknya terasa ke PC, ponsel, dan layanan cloud

Memori adalah komponen inti di banyak produk harian, sehingga dampaknya tidak berhenti di sisi pabrik. Jika harga tetap tinggi, biaya produksi PC, laptop, smartphone, SSD, hingga layanan cloud ikut terdorong naik.

Bagi konsumen, hal ini bisa berarti biaya upgrade komputer atau membeli perangkat baru bertahan tinggi lebih lama dari biasanya. Pada sisi bisnis, pengeluaran untuk infrastruktur TI dan penyimpanan data juga berpotensi membengkak.

Tekanan itu tidak hanya menyasar perangkat premium. Produk arus utama yang memakai memori dan storage dalam volume besar juga dapat terkena efek biaya yang sama.

Penyedia layanan cloud menjadi salah satu pihak yang paling rentan karena sangat bergantung pada komponen memori dan penyimpanan untuk menjalankan beban kerja modern. Ketika harga komponen naik, beban biaya di pusat data ikut terangkat.

Produsen besar juga melihat masalah yang sama

Lenovo bukan satu-satunya perusahaan yang menilai kondisi ini akan berlangsung lama. Micron sebelumnya mengakui bahwa bahkan pelanggan terpentingnya pun belum bisa memperoleh seluruh pasokan yang mereka butuhkan.

Samsung dan SK Hynix juga menyampaikan kekhawatiran serupa soal keseimbangan antara permintaan dan pasokan. Sinyal dari beberapa pemain besar ini menunjukkan tekanan di industri memori datang secara luas, bukan dari satu perusahaan atau satu wilayah saja.

SK Hynix, yang menjadi pemain penting di pasar high-bandwidth memory atau HBM untuk AI, menargetkan hampir menggandakan kapasitas wafer DRAM pada 2030–2031. Perusahaan itu juga menargetkan produksi keseluruhan naik tiga kali lipat sekitar 2034.

Rencana tersebut memang lebih cepat dari jadwal awal, tetapi banyak pengamat masih mempertanyakan apakah ekspansi sebesar itu cukup untuk mengejar kebutuhan chip AI. Sementara itu, keuntungan produsen memori ikut membesar di saat ketersediaan komponen untuk perangkat konsumen makin sempit.

Lenovo menilai kondisi ini menandai pergeseran dari pola lama pasar memori yang sering bergerak dalam siklus boom-and-bust. Alih-alih kembali murah seperti sebelumnya, harga memori dinilai bisa menetap pada baseline yang lebih tinggi untuk waktu yang panjang.

Masih ada peluang inovasi efisiensi dan teknologi baru membantu menurunkan tekanan di masa depan. Namun untuk beberapa tahun ke depan, sinyal dari Lenovo dan para produsen memori besar menunjukkan bahwa harga memori tinggi kemungkinan besar tetap menjadi kenyataan pasar teknologi global.

Source: www.gizmochina.com
Berita Terbaru