Lexus ES Siap Masuk GIIAS 2026, Versi Listriknya Langsung Tantang Sedan Mewah Jerman

Lexus bersiap membawa All New ES ke Indonesia lewat GIIAS 2026, dan langkah ini langsung menempatkannya di jalur persaingan dengan sedan mewah Jerman seperti Mercedes-Benz dan BMW. Kehadiran model baru ini juga menjadi sinyal kuat bahwa Lexus ingin memperkuat posisi di pasar premium dengan pilihan yang lebih beragam.

Yang menarik, All New ES tidak hanya hadir sebagai penyegar lini, tetapi juga membawa opsi elektrifikasi yang lebih luas. Lexus menyiapkan varian hybrid sekaligus BEV, sehingga sedan ini menjadi salah satu model penting dalam strategi elektrifikasi merek asal Jepang tersebut.

Masuk ke segmen premium dengan dua arah elektrifikasi

Di Indonesia, Lexus ES punya sejarah yang cukup panjang. Model ini sudah dijual secara global sejak 1989, lalu kini hadir dalam generasi terbaru setelah lebih dulu diperlihatkan di China tahun lalu sebelum dipasarkan ke luar negeri.

Dalam konteks pasar Indonesia, ES juga punya posisi tersendiri karena pertama kali mendapat varian HEV pada 2013, bahkan sebelum UX versi listrik hadir. Karena itu, kehadiran generasi baru ES menjadi kelanjutan yang penting dalam perjalanan elektrifikasi Lexus di Tanah Air.

Desain baru, tetap diarahkan untuk pasar elegan

All New ES mengusung bahasa desain baru yang terinspirasi dari model konsep LF-ZC yang tampil di Japan Mobility Show 2023. Lexus kemudian meramunya dengan filosofi ‘Clean Tech x Elegance’ untuk memberi tampilan yang lebih modern dan tetap berkelas.

Generasi ke-8 Lexus ES ini dirancang agar memberi pengalaman berkendara yang berbeda dari model lamanya. Dari arah desain hingga pendekatan elektrifikasinya, Lexus tampak ingin menjaga karakter sedan mewah tanpa meninggalkan pembaruan yang dibutuhkan pasar.

Hybrid dan BEV, tetapi pasar Indonesia tetap punya batas

Untuk varian hybrid, ES disebut hadir dengan dua pilihan mesin, yakni 2.000 cc untuk 300h dan 2.500 cc untuk 350h. Namun, jika Lexus tetap menjual 300h di Indonesia, yang paling mungkin dipasarkan ialah versi hybrid 2.000 cc.

Pilihan 2.500 cc dinilai terlalu besar untuk pasar Indonesia, sehingga kurang pas untuk dibawa masuk ke sini. Di sisi lain, kehadiran BEV justru membuka babak baru karena ES akan menjadi pilihan listrik pertama untuk lini tersebut.

Sedan listrik premium yang menantang pasar belum ramai

Di segmen listrik, All New ES berpotensi berhadapan dengan model seperti Mercedes-Benz EQS atau EQC. Tantangannya tidak kecil, karena pasar mobil listrik mewah di Indonesia saat ini masih lebih banyak diisi SUV dibanding sedan.

Meski begitu, sedan mewah belum sepenuhnya kehilangan peminat. Lexus tampaknya melihat peluang itu sebagai ruang untuk menghadirkan pilihan lain bagi konsumen premium yang tetap mencari format sedan sebagai kendaraan pribadi.

Harga belum diumumkan, tetapi posisinya diperkirakan tinggi

Lexus belum mengumumkan harga All New ES untuk Indonesia. Namun, dengan posisi produknya saat ini, model ini diperkirakan akan dibanderol lebih dari Rp 2 miliar.

Peluncuran di GIIAS 2026 menjadi panggung penting untuk memperkenalkan sedan anyar ini ke publik Indonesia. Dengan desain yang lebih segar, pilihan hybrid dan listrik, serta posisi premium yang kuat, All New ES disiapkan untuk bersaing di kelas atas yang semakin ketat.

Source: ridertua.com

Berita Terkait