Liang Huan hanya memiliki waktu singkat untuk menyantap makan siang di tengah operasi banjir di Guigang, Guangxi. Petugas pemadam kebakaran itu segera kembali bertugas untuk mengevakuasi siswa dan guru yang terjebak dampak banjir.
Rekaman saat Liang makan di tepi jalan dalam guyuran hujan menarik perhatian masyarakat. Ia terlihat menyuap makanan dengan satu tangan sambil sesekali mengusap air hujan dari wajahnya.
Evakuasi Menjadi Prioritas
Setelah jeda makan, Liang bergabung lagi dengan tim untuk menuju Dajiang International School di Distrik Gangbei. Penugasan tersebut berfokus pada evakuasi siswa dan guru dari kawasan yang terdampak banjir.
Liang menilai kecepatan menjadi faktor penting dalam setiap operasi penyelamatan. “Jika kami bisa mengevakuasi warga satu menit lebih cepat, mereka akan satu menit lebih aman. Seberat apa pun tugas ini, semuanya sangat layak kami lakukan,” kata Liang.
Tim pemadam kebakaran dari Zhaoqing, Provinsi Guangdong, dikerahkan ke Guangxi untuk mendukung penanganan banjir besar. Mereka telah bekerja selama beberapa hari dalam operasi evakuasi warga terdampak.
| Informasi | Rincian |
|---|---|
| Lokasi operasi | Guigang, Daerah Otonom Guangxi Zhuang |
| Tanggal rekaman | 9 Juli 2026 |
| Asal tim | Zhaoqing, Provinsi Guangdong |
| Penugasan | Evakuasi korban banjir dan warga terdampak |
Jeda di Sisi Jalan
Menurut Guangzhou Daily yang dikutip Beritasatu.com, rekaman itu dibuat sekitar tengah hari pada 9 Juli 2026. Hujan deras turun ketika Liang baru membuka kotak makan yang diterimanya saat jeda operasi.
Liang memilih duduk di atas jaket pelampung di sisi jalan untuk makan. Sebagian makanan diletakkan di atas wadah besar penyimpan air bersih yang dibawa tim penyelamat.
Petugas lain juga terlihat beristirahat di atas tanah tidak jauh dari lokasi Liang. Seorang personel membagikan kotak makan siang kepada anggota tim yang baru memperoleh kesempatan berhenti sejenak.
Dampak Banjir di Guangxi
Banjir besar melanda Guangxi setelah Topan Maysak membawa curah hujan dengan rekor tertinggi di sejumlah daerah pada awal Juli 2026. Guigang termasuk wilayah yang mengalami dampak berat dari bencana tersebut.
Hingga 9 Juli 2026, banjir dilaporkan menewaskan 39 orang dan menyebabkan sembilan orang hilang. Sekitar 380.000 warga terdampak, sehingga bantuan lintas wilayah diperlukan untuk memperkuat operasi penyelamatan.
Liang menyampaikan terima kasih atas perhatian dan doa masyarakat terhadap rekaman tersebut. Ia menegaskan para petugas akan tetap berada di garis depan hingga proses penyelamatan selesai.
Source: www.beritasatu.com






