1 Muharram 1448 Hijriah dipastikan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Kepastian ini membuat Tahun Baru Islam 2026 menjadi salah satu tanggal penting yang sudah bisa dicatat sejak jauh-jauh hari.
Namun, libur tersebut hanya berlangsung satu hari. Tidak ada cuti bersama yang menyertainya, sehingga jadwal istirahat resmi untuk peringatan Tahun Baru Islam 2026 berdiri sendiri pada 16 Juni 2026.
Status libur yang sudah jelas
Kepastian tanggal itu mengacu pada SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026. Dalam ketentuan tersebut, 1 Muharram 1448 H tercantum sebagai hari libur nasional.
Bagi masyarakat, informasi ini membantu menyusun agenda pertengahan tahun lebih awal. Rencana keluarga, perjalanan singkat, hingga kegiatan ibadah bisa disesuaikan dengan jadwal libur yang sudah ditetapkan.
Tidak otomatis jadi libur panjang
Berbeda dari periode libur besar seperti Idul Fitri atau Idul Adha, Tahun Baru Islam 2026 tidak diikuti cuti bersama. Karena itu, tidak ada rangkaian libur tambahan yang langsung menempel pada tanggal 16 Juni 2026.
Meski begitu, pekerja yang ingin memperpanjang waktu istirahat masih bisa mempertimbangkan cuti tahunan. Pada kalender tersebut, Senin, 15 Juni 2026, bisa dimanfaatkan sebagai tambahan jeda sebelum libur nasional dimulai.
Makna 1 Muharram dalam kalender Hijriah
Muharram dikenal sebagai bulan pembuka dalam penanggalan Islam. Karena itu, 1 Muharram selalu dipandang sebagai momentum awal tahun baru hijriah yang memiliki nilai penting bagi umat Islam.
Tanggal ini juga erat kaitannya dengan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Dalam sejarah Islam, peristiwa hijrah dipahami sebagai simbol perubahan besar, perjuangan, dan titik balik kemenangan Islam.
Alasan kalender hijriah memakai hijrah
Pada masa awal perkembangan Islam, umat belum memiliki sistem penanggalan resmi. Kondisi itu sempat menyulitkan urusan administrasi dan pencatatan surat menyurat antarwilayah pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab.
Untuk mengatasi hal tersebut, Khalifah Umar bin Khattab bermusyawarah dengan para sahabat pada tahun 17 Hijriyah atau 638 Masehi. Dari musyawarah itu, hijrah dipilih sebagai dasar penanggalan karena dinilai paling tepat mewakili perubahan besar dalam sejarah umat.
Keputusan tersebut kemudian menjadi pijakan kalender Hijriah yang dipakai untuk menentukan Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, dan Tahun Baru Islam. Karena itu, 1 Muharram selalu mendapat perhatian khusus setiap tahun.
Apa yang biasanya dilakukan masyarakat
Karena liburnya hanya satu hari, banyak orang memakainya untuk beristirahat bersama keluarga. Sebagian lainnya memilih mengikuti kegiatan keagamaan yang biasa digelar saat peringatan Tahun Baru Islam.
Bagi yang ingin waktu santai lebih panjang, penempatan cuti tahunan sebelum 16 Juni 2026 bisa menjadi pilihan. Dengan begitu, jeda di pertengahan tahun tetap bisa terasa lebih lapang meski tidak ada cuti bersama.
Source: www.idntimes.com