Telkom Perkuat AI Dari Infrastruktur Hingga Aplikasi, Satu Ekosistem Untuk Kedaulatan Digital Nasional

Author: Redaksi Android62

Telkom kini menata ulang seluruh kapabilitas AI yang tersebar di berbagai lini bisnisnya ke dalam satu ekosistem terpadu bernama AIcosystem. Langkah ini diarahkan untuk membangun fondasi AI end-to-end di Indonesia, sehingga pengembangannya tidak berhenti pada aplikasi, tetapi mencakup infrastruktur, platform, model, hingga solusi yang dapat langsung digunakan.

Di tengah kebutuhan AI yang makin kompleks, pendekatan seperti ini dianggap penting karena industri dan layanan publik tidak lagi hanya mencari alat, melainkan sistem yang saling terhubung dan aman. Telkom menempatkan AIcosystem sebagai jawaban untuk menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi bisnis, masyarakat, dan ekosistem digital nasional.

Satu arah untuk seluruh kapabilitas AI

Melalui AIcosystem, TelkomGroup mengorkestrasi berbagai kemampuan AI yang sebelumnya berjalan terpisah di masing-masing operating company. Penggabungan ini ditujukan agar inovasi yang lahir bisa lebih sinergis dan memiliki skala yang lebih besar.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyebut AIcosystem sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk menjadikan AI sebagai fondasi transformasi digital. Ia juga menegaskan bahwa TelkomGroup ingin berperan sebagai kolaborator dan jembatan agar AI bisa masuk ke aktivitas bisnis dan keseharian masyarakat.

Dian menekankan bahwa pengembangan AI harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Karena itu, penyatuan kekuatan AI TelkomGroup diarahkan agar Indonesia memiliki ekosistem AI yang solid, terintegrasi, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, serta daya saing bangsa.

Pendekatan fullstack jadi pembeda

Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi menjelaskan bahwa pembeda utama AIcosystem ada pada pendekatan fullstack AI yang dibangun end-to-end. Artinya, pengembangan tidak berhenti di lapisan aplikasi, tetapi juga memperkuat fondasi dari sisi infrastruktur, data, model, dan platform.

Faizal menyebut model ini membuat solusi yang dihasilkan lebih aman dengan security berlapis, lebih scalable, dan lebih relevan dengan kebutuhan bisnis maupun layanan publik di Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa TelkomGroup siap mendukung seluruh adopsi dan kebutuhan solusi AI ke depan.

Struktur fullstack itu terdiri dari tiga lapisan utama. Lapisan pertama adalah AI Infrastructure yang mencakup data center, GPU, CPU, dan memory sebagai fondasi komputasi AI.

Lapisan berikutnya adalah AI Models & Platforms yang berisi AI platform, big data platform, data aggregator, serta Large Language Model yang mencakup Bahasa Indonesia. Sementara itu, lapisan AI Solutions & Applications menghadirkan aplikasi dan use case yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik industri dan layanan publik.

Kekuatan yang dihimpun dalam satu ekosistem

AIcosystem tidak berdiri di atas satu unit saja, melainkan menghimpun portofolio AI TelkomGroup yang cukup luas. Di dalamnya ada Telkom AI Center of Excellence, Telkomsel AI, Neutra Compute dari NeutraDC, AI Infomedia, AI Digiserve, hingga Telkom University.

Susunan ini menunjukkan bahwa Telkom tidak sekadar membangun layanan tunggal, tetapi membentuk rantai kapabilitas yang saling melengkapi. Dengan cara itu, pengembangan AI dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan korporasi, pemerintah, dan masyarakat secara lebih terarah.

AI Center of Excellence dorong talenta dan kolaborasi

Salah satu penggerak utama AIcosystem adalah Telkom AI Center of Excellence atau AI CoE. Inisiatif ini memiliki lima pilar, yaitu AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan AI Native.

AI Campus difokuskan pada kolaborasi dengan dunia akademik untuk pengembangan talenta dan riset AI. AI Playground membuka ruang eksplorasi bagi developer dan komunitas yang ingin bereksperimen dengan teknologi ini.

AI Connect mempertemukan kampus, industri, komunitas, dan Telkom dalam ekosistem kolaboratif. AI Hub berfungsi mempercepat transformasi ide dan eksperimen menjadi solusi siap pakai, sedangkan AI Native mendorong penerapan AI di internal TelkomGroup agar bekerja lebih cepat, cerdas, dan efisien.

Dukungan untuk kedaulatan digital

Pengembangan AIcosystem juga diarahkan untuk memperkuat kedaulatan digital nasional. Dukungan terhadap Large Language Model Bahasa Indonesia dan keamanan data menjadi bagian penting dari arah tersebut.

Telkom menekankan pemanfaatan infrastruktur yang dibangun dan dioperasikan di dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap kedaulatan AI dan kedaulatan digital. Pendekatan ini juga menempatkan bahasa, kebutuhan, dan dinamika kultur Indonesia sebagai bagian dari pengembangan teknologi.

Dengan arah seperti itu, inovasi dan nilai ekonomi digital dari AI diharapkan tumbuh di dalam negeri dan memberi manfaat berkelanjutan bagi banyak sektor. Telkom pun menempatkan AIcosystem sebagai langkah untuk memastikan transformasi digital bergerak lebih komprehensif, dari fondasi infrastruktur sampai aplikasi yang bisa dipakai langsung.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru