Lima Badge Selain Ferrari Terasa Lebih Pas Untuk Luce, Dari Jeep Hingga Apple

Author: Redaksi Android62

Ferrari Luce justru paling mudah dibayangkan memakai badge selain Ferrari. Mobil listrik pertama dari Maranello itu terasa begitu jauh dari bahasa desain khasnya sehingga eksperimen ganti emblem malah menjadi bagian paling menarik dari seluruh proyek ini.

Kesan tersebut muncul karena Luce tidak lahir sendirian. Mobil ini dikembangkan dengan bantuan LoveFrom, studio yang dipimpin Jony Ive, dan hasilnya membuat jarak visualnya dengan karya Ferrari Centro Stile di bawah Flavio Manzoni terasa cukup lebar.

Di sisi lain, Ferrari juga tidak sedang mengejar arah sebagai merek EV-only. Karena itu, Luce mendapat ruang untuk tampil dengan identitas yang berbeda tanpa harus dipaksa mengikuti formula desain Ferrari yang biasa.

Jeep jadi yang paling cepat terasa cocok

Dari semua badge yang dicoba, Jeep justru paling mengejutkan karena terasa paling pas. Fascia Luce mengingatkan pada Jeep Avenger, terutama lewat bentuk lampu yang membuat hubungannya cepat terbaca.

Perubahan yang dibutuhkan juga tidak banyak. Gril tujuh slot yang menyala dan warna Hawaii dari Compass baru sudah cukup menggeser karakternya, meski lift kit akan membuat tampilannya terasa lebih meyakinkan lagi.

Dodge memberi nuansa yang lebih keras

Nama berikutnya yang masuk akal adalah Dodge. Bagian depan Luce yang terbuka punya ide serupa dengan nose elektrik Charger Daytona, meski bentuknya sendiri tetap jauh dari muscle car tradisional.

Pada versi Dodge, lampu depan lebar penuh dan emblem menyala milik Charger Daytona membuat Luce terlihat lebih tegas. Cat Redeye yang gelap juga serasi dengan panel hitam mengilap pada bodi mobil listrik Ferrari ini.

Honda membawa pendekatan yang paling rapi

Honda muncul karena bahasa desain konsepnya cenderung bersih dan tertata. Pilihan ini juga terasa relevan dengan kondisi Honda yang sedang memangkas banyak proyek EV berprofil tinggi.

Dalam bayangan itu, Luce digambarkan sebagai model Type R dengan paket aero serat karbon yang lebih tajam dan kursi bucket merah. Menariknya, mobil Ferrari ini justru tidak tampak se-ekstotis Honda 0 Sedan yang batal diproduksi.

Xiaomi paling dekat dengan kesan produk teknologi

Di antara semua merek, Xiaomi terasa paling logis karena Luce terbaca seperti produk teknologi, bukan supercar konvensional. Kesan itu ikut diperkuat oleh hubungan longgar dengan dunia Apple melalui LoveFrom dan Jony Ive.

Versi Xiaomi memakai cat Lighting Yellow dan garis perak dari Xiaomi SU7 Ultra yang terinspirasi Porsche. Logo Mi, sensor Lidar di atap, serta beberapa aksesori aero serat karbon membuatnya makin dekat ke karakter EV Tiongkok, walau roda aerodinamis bawaan Ferrari sendiri sebenarnya sudah cukup mendukung tampilannya.

Apple menutup eksperimen badge-swapping

Luce juga sempat dibayangkan sebagai Apple iCar yang tak pernah lahir ke pasar. Proyek Titan sendiri resmi dibatalkan pada Februari 2024 setelah menghabiskan miliaran dolar untuk riset dan desain demi mengejar EV otonom.

Karena Luce sudah dikerjakan bersama LoveFrom, perpindahan ke badge Apple terasa hampir alami. Sentuhan yang dipakai pun sederhana, mulai dari logo Apple di hidung dan side gills, pelek bergaya disc, hingga warna Cosmic Orange yang diambil dari iPhone terbaru.

Eksperimen ini membuat Luce terlihat paling kontroversial bukan karena teknologinya, melainkan karena desainnya. Justru karena tidak terlalu terasa seperti Ferrari, mobil ini mudah dibayangkan hidup sebagai Jeep, Dodge, Honda, Xiaomi, atau bahkan Apple.

Source: www.carscoops.com
Berita Terbaru