Bukan Semua Mobil Perlu Mematikan AC Saat Tanjakan, Mesin Kecil Paling Terasa Bebannya

Author: Redaksi Android62

Tidak semua mobil perlu mematikan AC saat jalan mulai menanjak. Pada mobil bermesin kecil, terutama sekitar 1.000 cc, beban tambahan dari AC memang lebih mudah terasa ketika mesin harus bekerja keras di tanjakan curam.

Penjelasan itu datang dari bengkel spesialis AC mobil Rotary Bintaro Depok. Kepala Cabang Rotary Bintaro Depok, Rully Mardiansyah, menyebut keputusan mematikan AC sangat bergantung pada kapasitas mesin dan berat beban kendaraan saat melaju di medan menanjak.

Pada mobil kecil, kompresor AC ikut menambah kerja mesin karena digerakkan langsung oleh mesin. Saat kendaraan harus naik tanjakan, mesin tidak hanya mendorong mobil, tetapi juga tetap menangani komponen lain seperti alternator, water pump, dan pompa power steering.

Dalam kondisi seperti itu, tambahan beban dari AC lebih mudah dirasakan. Rully mencontohkan bahwa pada putaran mesin 800 RPM, saat AC dinyalakan putaran bisa naik menjadi 1.000 RPM, sehingga kerja mesin ikut berubah.

Efek lain yang ikut muncul adalah konsumsi bahan bakar. AC disebut membuat bensin lebih boros, jadi sistem pendingin kabin tidak hanya memengaruhi tenaga yang terasa saat menanjak, tetapi juga efisiensi saat mesin bekerja lebih berat.

Mobil bermesin kecil paling terasa dampaknya

Kebiasaan mematikan AC masih dinilai relevan untuk mobil bermesin 1.000 cc ketika menghadapi tanjakan curam atau medan berat. Pada kubikasi seperti ini, tenaga yang tersedia bisa terasa berkurang jika AC tetap menyala.

Kondisi itu makin jelas ketika mobil membawa beban tambahan. Semakin berat isi kabin dan barang bawaan, semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan mesin untuk melewati jalan menanjak.

Rully memberi contoh pengalaman saat memakai Toyota Agya menuju Tebing Tinggi di Padang. Jalur tersebut memiliki banyak tanjakan, dan mobil LCGC itu dibawa dengan lima penumpang sekaligus barang bawaan.

Dalam kondisi penuh seperti itu, mobil terasa berat saat AC tetap menyala di tanjakan. Setelah AC dimatikan, tenaga mesin terasa lebih membantu untuk melewati medan tersebut.

Mesin besar tidak merasakan efek yang sama

Berbeda dengan mobil kecil, kendaraan bermesin 1.500 cc ke atas dinilai lebih mampu menghadapi beban tambahan dari AC. Rully menyebut pengaruh AC saat melewati tanjakan curam pada mobil dengan kapasitas mesin lebih besar tergolong tidak signifikan.

Dengan kubikasi yang lebih besar, tenaga mesin masih cukup untuk membagi kerja antara menggerakkan mobil dan menopang sistem AC. Karena itu, pengemudi mobil 1.500 cc ke atas umumnya tidak perlu buru-buru mematikan AC saat jalan menanjak.

Ia juga menyebut contoh kendaraan yang lebih besar seperti Toyota Kijang Innova dan Nissan X-Trail. Pada mobil seperti ini, mematikan AC saat tanjakan bukan lagi kebutuhan utama seperti pada mobil bermesin kecil.

Perbedaan paling terasa justru muncul saat mobil kecil dipakai di jalur berat. Saat tanjakan, muatan penuh, dan AC menyala bertemu dalam satu kondisi, mesin lebih mudah terasa bekerja ekstra.

Karena itu, mematikan AC saat menanjak bukan aturan mutlak untuk semua mobil. Keputusan tersebut lebih tepat melihat kapasitas mesin dan seberapa besar beban yang sedang ditanggung kendaraan saat itu.

Berita Terbaru