Lima Pasangan Makanan Ini Jangan Langsung Ditemani Teh, Lambung dan Nutrisi Bisa Terganggu

Tidak semua teh cocok diminum berdekatan dengan makanan. Pada beberapa jenis makanan, teh justru dapat mengganggu penyerapan zat gizi dan membuat lambung terasa lebih tidak nyaman.

Senyawa aktif di dalam teh, seperti tanin, katekin, dan kafein, menjadi alasan utama di balik efek tersebut. Zat-zat ini dapat berinteraksi dengan nutrisi tertentu, menurunkan manfaat makanan, dan pada kondisi tertentu memicu keluhan pencernaan.

Kelompok makanan yang paling perlu dijauhkan dari teh

Makanan tinggi zat besi termasuk yang paling sensitif bila ditemani teh. Sayuran hijau, hati ayam, daging merah, tempe, dan kacang merah sebaiknya tidak langsung dikonsumsi bersama minuman ini.

The Journal of Nutrition menyebut teh dapat menghambat penyerapan zat besi lebih dari 85% pada perempuan dengan anemia maupun yang tidak. Tanin dan polifenol dalam teh dapat mengikat zat besi sebelum sempat diserap usus, sehingga tubuh tidak memperoleh manfaatnya secara maksimal.

Dampaknya lebih terasa pada zat besi non-heme dari sumber nabati, karena jenis ini memang tidak semudah zat besi hewani diserap tubuh. Karena itu, memberi jeda sekitar 1 jam sebelum atau sesudah makan makanan tinggi zat besi menjadi langkah yang lebih aman.

Saat makanan pedas bertemu teh, lambung bisa ikut terpukul

Pasangan lain yang patut diwaspadai adalah teh dengan makanan pedas seperti sambal, seblak, dan ayam geprek. Cabai mengandung capsaicin yang bersifat iritatif, sementara kafein dan tanin dalam teh dapat merangsang produksi asam lambung.

Bagi orang dengan maag atau GERD, kombinasi ini sering memicu heartburn dan nyeri ulu hati. Dalam kondisi seperti ini, teh dan makanan pedas lebih baik benar-benar dihindari.

Jika ingin minum setelah makan pedas, air putih atau susu dingin dinilai lebih aman. Protein kasein dalam susu dapat membantu menetralkan capsaicin dan membuat lambung lebih nyaman.

Teh susu tetap populer, tetapi manfaat teh bisa berkurang

Matcha latte, teh tarik, dan teh susu hangat masih banyak digemari. Namun, penambahan susu sapi pada teh dapat membuat antioksidan utamanya tidak terserap seefisien biasanya.

Lemak dalam susu dapat berikatan dengan katekin, yaitu antioksidan utama pada daun teh. Dr. William Li, ilmuwan dan penulis buku Eat to Beat Disease, menyebut susu sapi dapat mengurangi bioavailabilitas katekin, sehingga manfaat utama teh menurun.

Teh susu tidak tergolong berbahaya, tetapi pilihan ini kurang tepat bila tujuan utamanya adalah memperoleh katekin. Varian tanpa susu sapi lebih sesuai, atau oat milk bisa dipilih sebagai alternatif.

Waspadai juga teh bersama makanan tinggi oksalat

Teh, terutama teh hitam, secara alami mengandung oksalat dan dapat meningkatkan ekskresi oksalat melalui urine. Risiko ini ikut naik bila teh diminum bersama bayam, cokelat, kacang tanah, atau bit yang juga tinggi oksalat.

Kombinasi tersebut dapat menambah beban kerja ginjal karena oksalat berlebih bisa berikatan dengan kalsium. Ikatan ini membentuk kristal kalsium oksalat, yang menjadi penyebab paling umum batu ginjal dan dalam jangka panjang dapat berkontribusi pada penurunan fungsi ginjal.

Untuk mengurangi risikonya, konsumsi teh dan makanan tinggi oksalat sebaiknya tidak dilakukan bersamaan. Air putih juga perlu diperbanyak, dan bayam sebaiknya dimasak hingga benar-benar matang karena panas dapat menurunkan kadar oksalat.

Makanan asam juga tidak selalu cocok dipasangkan dengan teh

Jeruk, jus buah, dan acar termasuk kelompok makanan asam yang perlu dicermati saat ditemani teh. Teh sendiri sudah bersifat sedikit asam dan memiliki tanin yang dapat mengiritasi lapisan lambung.

Saat keduanya dikonsumsi bersamaan, efek iritasinya dapat saling menguatkan. Kondisi ini bahkan bisa diperburuk oleh kafein yang merangsang produksi asam lambung secara berlebih.

Keluhan yang muncul dapat berupa heartburn, mual, dan rasa tidak nyaman di perut. Gejala seperti ini tidak hanya dialami orang dengan gangguan pencernaan, tetapi juga bisa muncul pada orang yang sebelumnya tidak memiliki keluhan lambung.

Teh tetap memiliki manfaat bagi kesehatan, tetapi waktu minum dan pasangan makanannya sangat menentukan hasil akhirnya. Jika setelah kombinasi tertentu tubuh terasa tidak nyaman, pola konsumsi perlu diatur ulang, dan bila keluhan berlanjut sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

Source: www.beautynesia.id

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer