Di tengah perhatian pasar, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) menegaskan bahwa aktivitas bisnisnya tetap berjalan seperti biasa meski lima petinggi sekaligus memilih mundur. Perusahaan juga memastikan tidak ada gangguan pada operasi, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha.
Pengunduran diri itu datang serempak dari dua lini kepemimpinan, yakni direksi dan komisaris. Langkah tersebut langsung memunculkan pertanyaan di pasar soal arah transisi manajemen, walaupun perseroan menekankan bahwa proses internal tetap berada di jalur resmi.
Lima posisi penting dilepas sekaligus
Dalam keterbukaan informasi, tiga orang dari jajaran direksi mengajukan pengunduran diri, yaitu Wakil Presiden Direktur Wei Lawrence Lai, Direktur Vinay Lamba, dan Direktur Milan Rabold. Dari jajaran komisaris, Wakil Presiden Komisaris John L. Sigalos dan Komisaris Kevin Quoc Hong juga mengambil langkah yang sama.
Sekretaris Perusahaan SONA, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa surat pengunduran diri itu sudah diterima secara resmi oleh internal perseroan. Ia menegaskan, dokumen tersebut masuk ke perusahaan pada Rabu, 29 April 2026.
Perusahaan tunggu forum pemegang saham
Setelah pengunduran diri itu diterima, SONA akan menempuh tahapan formal untuk menentukan susunan pengurus baru. Rapat Umum Pemegang Saham menjadi forum penentu, karena kursi yang kosong tidak bisa langsung diisi tanpa keputusan pemegang saham.
Perseroan juga mengacu pada POJK Nomor 33/POJK.04/2014 yang mengatur bahwa RUPS harus digelar paling lambat 90 hari setelah surat pengunduran diri diterima. Dengan begitu, proses pergantian manajemen masih menunggu mekanisme resmi yang berlaku.
Dampak ke bisnis dinyatakan nihil
Di tengah ramainya perhatian pasar, SONA berusaha meredam spekulasi dengan menegaskan bahwa perubahan di level pengurus tidak mengganggu kegiatan usaha. Budi Setiawan menyebut tidak ada dampak terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha.
Pernyataan itu menjadi penting karena perubahan serempak di dua jajaran sekaligus kerap dibaca sebagai sinyal besar oleh investor. Namun dalam kasus SONA, perusahaan meminta publik melihat proses ini sebagai transisi yang tetap terkendali.
Pasar menunggu komposisi baru
SONA bergerak di sektor pariwisata, sehingga stabilitas manajemen menjadi salah satu perhatian utama investor. Mundurnya lima petinggi sekaligus membuat fokus bergeser ke siapa yang akan duduk menggantikan posisi yang ditinggalkan.
Keterbukaan informasi yang sudah disampaikan menandai bahwa proses pergantian ini telah masuk jalur resmi. Setelah itu, perhatian akan tertuju pada keputusan RUPS dan susunan kepengurusan baru yang akan menentukan arah manajemen berikutnya.
