Motorola menempatkan Razr Ultra sebagai ujung tombak baru di keluarga ponsel lipat clamshell miliknya. Model ini langsung menonjol berkat baterai 5.000mAh, layar luar 4 inci, dan Snapdragon 8 Elite yang membuat posisinya paling tinggi di antara tiga varian Razr terbaru.
Langkah ini juga menunjukkan arah baru Motorola dalam mengatur ulang lini Razr. Setelah sempat memakai format Razr dan Razr+, kini perusahaan kembali menghadirkan tiga model sekaligus, dengan Ultra sebagai opsi paling premium di atas Razr+ dan Razr standar.
Layar dan baterai jadi pembeda utama
Di atas kertas, Razr Ultra membawa layar utama 7,0 inci. Ukuran ini lebih besar dibanding dua model lain yang sama-sama memakai panel internal 6,9 inci.
Pada bagian luar, Razr Ultra memakai panel 4 inci yang juga digunakan Razr+. Sementara itu, Razr standar masih memakai layar luar 3,6 inci, sehingga jaraknya dengan model paling mahal terlihat cukup jelas.
Motorola juga memberi Ultra panel luar dengan refresh rate 165Hz dan kecerahan puncak 3.000 nits. Razr+ memperoleh spesifikasi layar luar yang sama, sedangkan Razr standar tertahan di refresh rate 90Hz dan kecerahan puncak 1.700 nits.
Sektor daya menjadi salah satu keunggulan terbesar Razr Ultra. Perangkat ini membawa baterai 5.000mAh berbasis Silicon-Carbon, kapasitas terbesar di keluarga Razr terbaru.
Susunan spesifikasi dibuat makin tegas
Motorola tampak ingin membuat tiap model punya peran yang lebih mudah dibedakan. Razr menjadi titik masuk, Razr+ mengisi kelas menengah premium, sedangkan Razr Ultra diposisikan untuk pengguna yang mengejar spesifikasi tertinggi.
Perbedaan itu juga terlihat dari pengisian daya. Razr Ultra mendukung 68W TurboPower, lebih cepat daripada Razr+ dengan 45W TurboPower dan Razr standar dengan 30W TurboPower.
Di sisi performa, Motorola memberi jarak yang jelas antarmodel. Razr Ultra memakai Snapdragon 8 Elite, Razr+ menggunakan Snapdragon 8s Gen 3, dan Razr standar ditenagai MediaTek Dimensity 7450X.
Kamera, material, dan warna ikut dibedakan
Motorola tidak hanya mengatur kelas lewat chipset dan baterai. Perusahaan juga membedakan material pelindung serta konfigurasi kamera pada masing-masing model.
Razr Ultra memakai Gorilla Glass Ceramic 3, sementara Razr+ dan Razr standar sama-sama menggunakan Gorilla Glass Victus. Untuk kamera, Ultra kembali unggul dengan tiga kamera 50MP, sedangkan Razr+ dan Razr standar masing-masing membawa dua kamera 50MP yang terdiri dari kamera utama dan ultrawide.
Di luar itu, varian dasar justru punya baterai lebih besar daripada Razr+. Razr standar membawa baterai 4.800mAh, sedangkan Razr+ berada di 4.500mAh, meski keduanya sama-sama naik dari generasi sebelumnya.
Pilihan warna juga dibuat berbeda untuk tiap model. Razr Ultra hadir dalam Pantone Cocoa dan Pantone Orient Blue, Razr+ tersedia dalam Pantone Mountain View, sedangkan Razr standar ditawarkan dalam Pantone Hematite, Pantone Violet Ice, Pantone Sporting Green, dan Pantone Bright White.
Harga dan jadwal rilis di Amerika Serikat
Motorola membanderol Razr Ultra seharga $1,499.99. Di bawahnya ada Razr+ dengan harga $1,099.99, lalu Razr standar mulai $799.99.
Di Amerika Serikat, pre-order untuk ketiga model dibuka mulai 14 Mei. Pemesanan tersedia melalui Best Buy, Amazon.com, dan Motorola.com, sementara penjualan resminya dimulai pada 21 Mei.
Rangkaian Razr terbaru ini hadir tidak lama setelah debut Motorola Razr Fold baru di Lenovo Tech World pada awal tahun. Dengan Razr Ultra sebagai model paling menonjol, Motorola memperlihatkan pendekatan yang lebih agresif untuk pasar ponsel lipatnya.
Source: www.androidpolice.com






