Lagu dalam videogame sering memicu reaksi yang ekstrem karena liriknya bisa terasa sangat tepat, atau justru terlalu jauh sampai jadi bahan olok-olok. Di titik itulah sebuah lagu game tidak hanya menjadi pengiring adegan, tetapi juga ikut membentuk ingatan pemain terhadap karakter, suasana, dan bahkan kekacauan yang sengaja diciptakan.
Fenomena itu terlihat dari bagaimana beberapa game memilih jalur yang sangat berbeda. Ada lagu yang kuat karena pas dengan ceritanya, ada yang menonjol karena gaya yang berlebihan, dan ada pula yang justru terkenal karena terdengar aneh atau cringey namun tetap sulit dilupakan.
Saat keanehan justru jadi daya tarik
Salah satu contoh paling mencolok datang dari Final Fantasy 14 melalui raid boss Sugar Riot. Lagu ini berputar di sekitar kata “orange” dan sengaja dibangun dengan cara yang sulit dirangkai secara normal, sehingga hasilnya terasa unik sekaligus kocak.
Pilihan seperti itu membuat lagu tersebut tidak terdengar biasa. Justru karena terasa aneh dan tematik pada saat yang sama, lagu itu meninggalkan kesan yang cepat menempel di kepala pemain.
Nuansa serba berlebihan juga muncul lewat Devil May Cry dengan “Devil Trigger”. Baris seperti “All of these thoughts runnin’ through my head” dan “Bang, bang, bang, pull my Devil Trigger” dianggap sangat cocok dengan energi permainan yang agresif dan bergaya edgy.
Namun, kekuatan lagu itu tidak hanya datang dari kesesuaiannya dengan aksi game. Perpaduan antara intensitas tinggi dan kesan berlebihan membuat “Devil Trigger” terasa kuat, tetapi juga lucu dalam cara yang tidak disengaja.
Ketika lirik yang buruk tetap menancap kuat
Di sisi lain, Dead Island lewat “Who Do You Voodoo?” sering disebut sebagai kandidat kuat untuk lirik videogame terburuk. Baris seperti “Handful of fingertips, toss ’em up like confetti” dan “Stable of corpse bitches, I’m a pimp of the dead” mendorong lagu itu ke wilayah yang sangat liar.
Lirik tersebut terasa mengganggu, tetapi juga menghibur karena melampaui batas. Karena itulah lagu itu justru diingat, meski alasannya jauh dari pujian yang biasa diberikan pada lagu game.
Kesan cringey yang sangat khas zamannya membuat lagu ini sering dibahas sebagai contoh bagaimana sesuatu yang buruk tetap bisa bertahan di ingatan publik. Dalam kasus seperti ini, kegagalan tidak sepenuhnya berarti dilupakan.
Lagu yang benar-benar menyatu dengan cerita
Berbeda dari dua contoh itu, Portal lewat “Still Alive” justru dipandang sebagai salah satu lagu terbaik yang pernah ditulis untuk game. Lagu ini dinyanyikan dari sudut pandang GLaDOS saat menyusun laporan evaluasi, sehingga lirik dan karakter terasa menyatu rapat dengan dunia permainan.
Baris seperti “Now these points of data make a beautiful line” dan “For the people who are still alive” memberi sentuhan humor gelap yang sangat khas Portal. Lagu itu juga muncul saat kredit bergulir, sehingga efek satir dan emosionalnya terasa lengkap di momen penutup.
Kekuatan “Still Alive” ada pada keseimbangannya. Lagu ini lucu dan tajam, tetapi tidak jatuh ke wilayah terlalu konyol atau cringe, sehingga penulisannya terasa matang dan penempatannya sangat efektif.
Hal serupa terlihat pada “Weight of the World” dari Nier: Automata. Lagu penutup ini dikaitkan dengan teori bahwa versi bahasa yang berbeda dapat mewakili sudut pandang karakter yang berbeda, sementara versi Inggrisnya menonjol lewat kalimat “Cause we’re gonna shout it loud / Even if our words seem meaningless / It’s like I’m carrying the weight of the world.”
Lirik tersebut dipuji karena selaras dengan perjalanan 2B sepanjang permainan. Hasilnya adalah penutup yang kuat dan emosional, tanpa perlu mengandalkan gaya yang berlebihan untuk meninggalkan kesan.
Kenapa lirik game mudah memecah pendapat
Perbedaan reaksi terhadap lagu-lagu ini menunjukkan satu hal penting: lirik videogame tidak hanya dinilai dari bagus atau jeleknya pilihan kata. Konteks, karakter, dan cara lagu mendorong gayanya ikut menentukan apakah hasil akhirnya terasa ikonik atau justru kacau.
Saat lirik terlalu absurd, lagu bisa berubah menjadi bahan tawa sekaligus bahan ingatan. Saat liriknya tepat sasaran, lagu justru bisa menjadi bagian paling berkesan dari sebuah game dan terus diingat jauh setelah layar kredit berakhir.
