Literasi Syariah Masih Rendah, BCA Syariah Langsung Buka Jalan Edukasi Nasabah Baru

BCA Syariah melihat rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah sebagai peluang untuk memperluas basis nasabah. Di tengah literasi keuangan syariah yang baru mencapai 43% dan akses masyarakat terhadap produk keuangan syariah sekitar 13% pada 2025, perseroan memilih menguatkan edukasi sebagai pintu masuk utama.

Senior Vice President Dana, Jasa dan Komunikasi Pemasaran BCA Syariah, Mia Rahma Amalia, menilai jarak antara potensi pasar dan pemanfaatan produk syariah masih sangat lebar. Dengan komposisi penduduk Muslim Indonesia yang disebut berada di kisaran 80—90%, ruang pertumbuhan layanan keuangan syariah dinilai masih terbuka luas.

Edukasi dipasang sebagai strategi utama

BCA Syariah menempatkan edukasi sebagai langkah penting untuk menjangkau masyarakat yang belum akrab dengan layanan berbasis syariah. Perseroan ingin agar produk syariah tidak hanya dikenal, tetapi juga dipertimbangkan sebagai pilihan untuk transaksi dan pengelolaan keuangan sehari-hari.

Pendekatan itu juga diarahkan agar komunikasi perusahaan terasa lebih dekat dengan calon nasabah. BCA Syariah melihat peningkatan pemahaman publik sebagai kunci agar minat terhadap produk syariah bisa tumbuh lebih cepat dan lebih luas.

Produk syariah dibuka untuk semua kalangan

Dalam penjelasannya, Mia menegaskan bahwa layanan keuangan syariah tidak eksklusif untuk umat Muslim. Menurut dia, produk yang berjalan dengan prinsip syariah dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa memandang latar belakang agama.

Karena itu, BCA Syariah menyusun pendekatan yang lebih terbuka dan inklusif. Pesannya sederhana: layanan syariah perlu hadir lebih hangat, lebih mudah dipahami, dan lebih dekat dengan kebutuhan harian masyarakat.

Kampanye dan agenda baru untuk memperluas jangkauan

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BCA Syariah sejak bulan lalu meluncurkan kampanye bertajuk Sahabat Berkahmu. Program ini dirancang untuk mengenalkan lebih banyak produk berbasis prinsip syariah sekaligus membangun kedekatan dengan calon nasabah.

Mia menyebut kampanye itu sebagai bagian dari tantangan bersama industri perbankan syariah di Indonesia. Fokusnya bukan hanya memperkenalkan produk, tetapi juga membentuk persepsi bahwa layanan syariah bisa hadir secara inklusif, terbuka, dan mudah dijangkau.

Perseroan juga menyiapkan kegiatan Rumah Sahabat yang akan diluncurkan pada akhir Juni 2026. Kegiatan ini terbuka bagi siapa saja yang ingin mengetahui lebih jauh tentang produk-produk bank syariah.

Rumah Sahabat akan digelar di Senayan City, area outdoor, pada 20 dan 21 Juni. BCA Syariah menyebut agenda tersebut akan diisi dengan berbagai kegiatan yang padat dan menarik untuk memperluas pemahaman masyarakat sekaligus mendorong minat terhadap layanan keuangan syariah.

Source: finansial.bisnis.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer