Liverpool Samai Poin Manchester United, Tottenham Masih Gentayangan Di Batas Merah

Author: Redaksi Android62

Kemenangan Liverpool atas Crystal Palace di Anfield membuat persaingan di papan atas Liga Inggris kembali ketat. Tiga poin dari laga itu menjaga posisi The Reds tetap menempel Manchester United, dengan keduanya sama-sama mengoleksi 58 poin di jalur perebutan tempat teratas.

Hasil tersebut juga menegaskan bahwa Liverpool masih mampu menjaga konsistensi di momen penting. Tim asuhan mereka tampil efisien, tidak tergesa-gesa, dan memanfaatkan peluang yang datang dengan penyelesaian yang rapi.

Liverpool mengunci laga dengan tenang

Liverpool tidak langsung menggebrak dengan permainan terburu-buru. Mereka memilih pendekatan sabar, menjaga penguasaan bola, lalu menunggu celah sebelum menekan pertahanan Crystal Palace.

Pendekatan itu berbuah pada menit ke-35 saat Alexander Isak membuka keunggulan. Gol tersebut lahir setelah ia menerima umpan Alexis Mac Allister dan menuntaskannya menjadi gol pembuka.

Keunggulan Liverpool bertambah tidak lama kemudian. Andy Robertson mencetak gol kedua pada menit ke-40 setelah mendapat assist dari Curtis Jones, sehingga tuan rumah memasuki jeda dengan modal yang jauh lebih nyaman.

Palace sempat memberi perlawanan

Crystal Palace tidak menyerah begitu saja meski tertinggal dua gol. Mereka sempat menghidupkan kembali tensi pertandingan lewat gol Daniel Munoz pada menit ke-72.

Gol itu membuat situasi di Anfield kembali tegang karena jarak skor menjadi tipis. Liverpool kemudian merespons dengan memperkuat lini belakang dan menjaga ritme permainan agar tidak kehilangan kendali pada fase akhir pertandingan.

Upaya itu berjalan sesuai rencana. Liverpool tetap menjaga struktur permainan dan tidak memberi Palace terlalu banyak ruang untuk membalas secara berbahaya.

Gol penutup memastikan tiga poin

Saat laga memasuki menit-menit akhir, Liverpool kembali menemukan celah. Florian Wirtz memastikan kemenangan 3-1 lewat gol pada menit ke-90+6 setelah memaksimalkan umpan Alexis Mac Allister.

Gol tersebut menutup pertandingan dengan hasil yang aman bagi Liverpool. Tambahan tiga poin ini membuat mereka tetap sejajar dengan Manchester United dalam perebutan posisi atas, meski MU belum memainkan laga pekan ke-34.

Situasi ini menjaga persaingan tetap terbuka. Dengan selisih poin yang sama, perubahan klasemen masih bisa terjadi sesuai hasil pertandingan berikutnya.

Dampak untuk Crystal Palace

Bagi Crystal Palace, kekalahan di Anfield membawa konsekuensi yang tidak ringan. Mereka harus terus memperhatikan hasil tim lain karena posisinya masih bisa bergerak turun.

Palace berisiko turun ke posisi 14 jika Newcastle United mampu mengalahkan Arsenal pada laga setelahnya. Karena itu, hasil di Anfield bukan hanya soal kehilangan poin, tetapi juga soal ancaman pergeseran posisi di klasemen.

West Ham ikut menekan papan bawah

Di bagian lain klasemen, West Ham United ikut memberi tekanan lewat kemenangan 2-1 atas Everton di London Stadium. Hasil itu penting karena West Ham masih berada dalam persaingan untuk menjauh dari ancaman degradasi.

Babak pertama berlangsung tanpa gol, tetapi keadaan berubah pada menit ke-52 ketika Tomas Soucek membawa West Ham unggul. Gol itu tercipta setelah ia menerima umpan Jarrod Bowen dan menyelesaikannya dengan baik.

Everton sempat menyamakan keadaan menjelang waktu normal habis melalui Kiernan Dewsbury-Hall. Namun, West Ham langsung membalas pada menit ke-90+2 lewat Callum Wilson dan memastikan kemenangan 2-1.

Tambahan tiga poin membuat West Ham kini mengoleksi 36 poin dan unggul dua angka atas Tottenham Hotspur yang berada di batas atas zona degradasi. Everton sendiri turun ke posisi 11 dengan 47 poin dari 34 pertandingan dan sudah dipastikan aman secara matematis.

Tottenham belum benar-benar aman

Tottenham Hotspur juga meraih kemenangan saat bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers di Stadion Molineux. Meski begitu, hasil itu belum cukup membuat Spurs lepas dari ancaman yang membayangi mereka di zona bawah.

Tottenham memang lebih banyak menguasai permainan pada babak pertama. Akan tetapi, dominasi itu tidak langsung menghasilkan gol, sehingga pertandingan tetap berjalan ketat hingga memasuki fase akhir.

Kebuntuan baru pecah pada menit ke-83 ketika Joao Palhinha mencetak gol. Ia menyambut umpan Richarlison yang masuk dari bangku cadangan, lalu memastikan Spurs unggul di saat krusial.

Setelah unggul, Tottenham memilih bermain lebih berhati-hati. Wolves mencoba menekan dengan menambah pemain depan, tetapi Spurs mampu menjaga keunggulan sampai peluit akhir.

Walau membawa pulang tiga poin, Tottenham masih berada di ujung batas degradasi dan belum bisa tenang. Persaingan untuk bertahan di Liga Inggris masih rapat, sementara kemenangan itu baru menjadi modal penting untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.

Source: bola.bisnis.com
Berita Terbaru