Logitech Spotlight 2 Advanced Presenter menonjol bukan semata karena bisa mengganti slide, melainkan karena dirancang untuk membantu presenter tetap tenang saat berada di bawah tekanan. Perangkat ini membawa pendekatan yang lebih personal lewat umpan balik getaran, fitur latihan pernapasan, dan kontrol presentasi yang terasa lebih intuitif.
Di tengah kebutuhan presentasi yang makin menuntut, Logitech menempatkan pengalaman pengguna sebagai inti pembaruan. Perangkat ini diarahkan untuk memberi rasa yakin saat berbicara di depan audiens, terutama ketika perhatian presenter seharusnya tetap tertuju ke layar dan peserta rapat.
Getaran yang memberi kepastian
Salah satu pembaruan paling penting ada pada teknologi haptics atau umpan balik getaran. Saat tombol ditekan, pengguna merasakan getaran nyata di jari, sehingga perintah terasa lebih pasti tanpa harus terus mengecek remote.
Immersive Haptic Force Button menjadi salah satu titik utama pembaruan ini. Tombol bersensor tekanan tersebut bergetar lembut untuk memberi konfirmasi bahwa perpindahan halaman sudah diproses.
Logitech juga membuat tombol maju dan mundur berbeda bentuk agar mudah dikenali lewat sentuhan. Dengan begitu, presenter dapat mengoperasikan perangkat tanpa perlu memalingkan pandangan dari audiens.
Bantuan untuk menjaga fokus dan napas
Fitur latihan pernapasan berbasis getaran menjadi pendekatan lain yang ditawarkan Spotlight 2. Getaran halus ini membantu pengguna mengatur napas, menjaga ketegangan, dan menenangkan detak jantung sebelum tampil.
VP dan General Manager Logitech, Joseph Mingori, mengatakan Spotlight 2 dirancang sebagai penenang di momen penuh tekanan. Ia menambahkan bahwa kombinasi fitur grounding haptic dan kemampuan digital yang ditingkatkan ditujukan untuk membantu setiap presenter meningkatkan performa.
Logitech menilai pendekatan tersebut membuat alur presentasi terasa lebih mengalir dan alami. Presenter pun tidak perlu terus berpindah fokus hanya untuk memastikan perangkat bekerja sebagaimana mestinya.
Lima efek digital untuk menyorot materi
Di sisi visual, Logitech menambahkan lima mode penyorotan digital, yakni Spotlight, Squarelight, Magnify, Annotate, dan Digital Pointer. Kelimanya ditujukan untuk membantu audiens memusatkan perhatian pada poin penting presentasi.
Fitur ini juga relevan untuk rapat tatap muka maupun format hybrid yang kini semakin umum digunakan. Selain itu, Spotlight 2 tetap membawa laser pointer Class 1 terintegrasi untuk kebutuhan presentasi konvensional di ruangan dengan layar proyektor besar.
Perangkat ini juga memiliki Action Button yang dapat diprogram lewat aplikasi Logi Options+. Tombol tersebut bisa digunakan untuk memulai atau menjeda presentasi, menghitamkan layar, hingga mematikan suara mikrofon.
Konektivitas, daya tahan, dan kompatibilitas
Spotlight 2 mendukung Bluetooth dan receiver Logi Bolt USB-C yang tersedia dalam paket penjualan. Perangkat ini kompatibel dengan Windows dan macOS, serta dapat digunakan pada Microsoft PowerPoint, Google Slides, Apple Keynote, dan Prezi.
Jangkauan nirkabelnya mencapai hingga 30 meter, memberi ruang gerak lebih luas bagi pembicara. Logitech juga mengklaim baterainya bisa bertahan hingga tiga bulan saat terisi penuh, sementara pengisian selama satu menit disebut mampu memberi daya untuk presentasi selama tiga jam.
Bahan yang lebih ramah lingkungan
Logitech turut menonjolkan aspek keberlanjutan pada produk ini. Casing memakai aluminium yang diproses lewat energi terbarukan, sedangkan 43 persen komponen plastik daur ulang pascakonsumen digunakan pada varian Graphite, Sand, Light Lilac, dan Black.
Kemasan luarnya juga menggunakan bahan kertas bersertifikasi FSC. Dari sisi fisik, perangkat ini berukuran 145 mm x 30 mm x 13,5 mm dengan bobot sekitar 55 gram.
Setiap unit Spotlight 2 Advanced Presenter mendapat garansi perangkat keras terbatas selama satu tahun. Logitech mulai mendistribusikannya di Indonesia pada Juni 2026 dengan harga Rp2.415.000 melalui toko resmi di kanal daring maupun gerai luring.







