Lonjakan Harga Steam Deck OLED Bikin Pembeli Gagal Santai, Selisihnya Kini Terlalu Jauh

Author: Redaksi Android62

Kenaikan harga Steam Deck OLED kini menjadi sorotan utama setelah Valve kembali membuka penjualan perangkat itu. Lonjakan banderolnya terasa sangat besar, terutama karena kenaikan terjadi di tengah krisis memori global yang masih menekan industri perangkat keras.

Perubahan harga paling mencolok terlihat pada Steam Deck OLED 512GB yang naik dari USD 549 menjadi USD 789. Varian 1TB juga ikut terkerek dari USD 649 menjadi USD 949, sehingga selisih harga baru terasa jauh lebih tinggi dibanding banderol sebelumnya.

Semua lini OLED ikut terdampak

Kenaikan ini tidak hanya berlaku untuk unit baru. Steam Deck OLED rekondisi yang dijual lewat Steam juga menyesuaikan harga, dengan varian 512GB dipatok USD 629 dan varian 1TB berada di USD 759.

Di sisi lain, Steam Deck LCD rekondisi tetap dijual mulai USD 279 untuk varian 64GB tanpa perubahan harga. Kondisi itu membuat model LCD rekondisi tampak lebih ramah di kantong bagi pembeli yang ingin masuk ke ekosistem Steam Deck dengan biaya awal serendah mungkin.

Bagi konsumen yang mengincar layar OLED dan kapasitas penyimpanan lebih besar, situasinya jelas berbeda. Premi harga yang harus dibayar kini jauh lebih besar daripada sebelumnya.

Tekanan biaya komponen ikut mengubah pasar

Valve menyebut harga baru itu mencerminkan kondisi harga komponen saat ini serta tantangan logistik global yang masih membebani industri. Artinya, lonjakan harga ini bukan sekadar keputusan internal, tetapi juga dampak dari tekanan rantai pasok yang lebih luas.

Yang membuat perubahan ini terasa keras adalah usia Steam Deck yang sudah sekitar tiga tahun. Dalam kondisi normal, perangkat elektronik yang semakin lama biasanya justru lebih mudah turun harga, apalagi jika sudah ada model baru atau biaya produksi menurun.

Namun situasi kali ini bergerak ke arah sebaliknya. Tekanan biaya komponen dan distribusi global justru mendorong harga perangkat gaming naik, termasuk untuk Steam Deck OLED.

Bukan satu-satunya perangkat yang naik harga

Valve memang bukan perusahaan pertama yang menyesuaikan banderol perangkat konsol. Xbox, PlayStation, dan Nintendo juga sudah melakukan perubahan harga pada lini produk mereka masing-masing.

PlayStation 5 reguler disebut kini berada di kisaran USD 150-200 lebih mahal dibanding harga saat peluncuran pada 2020. Sementara itu, Nintendo Switch 2 yang belum genap setahun meluncur juga sudah mengalami kenaikan harga sebesar USD 50.

Meski begitu, lonjakan pada Steam Deck OLED tetap menonjol karena skalanya jauh lebih besar. Bagi banyak pembeli, hal ini membuat posisi Steam Deck bergeser dari handheld premium menjadi perangkat yang terasa makin sulit dijangkau.

Pembeli mulai menghitung ulang pilihan

Kondisi harga baru ini berpotensi mengubah keputusan banyak calon pembeli. Mereka yang lebih sensitif terhadap harga kemungkinan akan lebih melirik Steam Deck LCD rekondisi, sementara mereka yang tetap menginginkan varian OLED harus menerima selisih biaya yang jauh lebih tinggi.

Perubahan tersebut juga memunculkan perhatian ke perangkat Valve lain yang belum meluncur. Steam Machine masih dijadwalkan hadir tahun ini, tetapi Valve belum mengumumkan harganya.

Karena harga komponen dan logistik menjadi alasan utama revisi harga Steam Deck OLED, sebagian gamer mulai khawatir Steam Machine akan dibanderol sangat tinggi. Jika tekanan biaya terus berlanjut, perangkat baru Valve itu berisiko masuk ke level harga yang bahkan bisa melampaui beberapa PC tertentu.

Source: inet.detik.com
Berita Terbaru